(Unila): Sejak awal memimpin, Rektor Karomani fokus untuk memproduktifkan aset-aset yang dimiliki Universitas Lampung (Unila). Demikian yang dikatakan Rektor yang dilantik 25 November 2019 lalu ini pada Rapat bersama tim Badan Pengelola Aset-Aset Luar Kampus Utama (BPALKU) Unila, Kamis (16/01/2020) di Rektorat Lantai 2.

Karomani mengatakan, Unila akan menginventarisir semua aset Unila baik di dalam maupun di luar kampus guna mengambil langkah strategis mendongkrak finansial Unila. “Kita akan KSO-kan beberapa asset Unila kepada investor, kita harus out the box, kita tidak akan melakukan yang biasa-biasa saja sehingga Unila mampu memperkuat kinerja sesuai core akademiknya” terang Karomani.

Dalam kesempatan itu juga, Karomani mengatakan Unila dalam waktu dekat akan melantik Direktur Utama yang kelak fokus pada penguatan unit-unit bisnis. “Ada sejumlah kelompok investor yang menawarkan kerjasama, namun mereka perlu info asset guna membuat master plan bisnis” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Ketua BPALKU Dr. Ir. Erwanto menginformasikan bahwa terdapat 12 unit lahan di luar kampus dengan uraian 9 bersertifikat, 1 belum balik nama, dan 2 belum bersertifikat. Adapun luas total asset mencapau 888 hektar dengan nilainya 1,1 triliun rupiah.

Data aset tersebut telah ditampilkan ke dalam sistem informasi yang bisa dengan mudah diakses oleh pimpinan guna memantau aset dan pengambilan kebijakan. Erwanto juga menyampaikan bahwa BPALKU telah menyusun 3 profil aset prioritas yang siap dikomersialisasikan yakni aset tanah di Panglima Polim, aset tanah di Sultan Badarudin, dan aset tanah di Gunung Mas.

Di kesempatan yang sama ketua Bidang Pemanfaatan Aset Dr. Habibullah Jimad menambahkan bahwa saat ini juga BPALKU tengah memprioritaskan investaris dan legalitas aset. Ia menerangkan ada beberapa tujuan pemanfaatan aset yang mungkin kelak dapat dilakukan yaitu untuk penelitian, penunjang pembelajaran misalnya lab. Lapang dan pusat bisnis.

Habib mengatakan bahwa terdapat aset tanah di Lampung Barat seluas 20 hektar tanah yang belum dioptimalkan tetapi telah memiliki sertifikat. “Kita optimis, dan BPALKU siap mendukung kinerja rektor dalam menghadapi investor”, tegasnya. [Humas]

Bagikan konten ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •