Bank Mandiri Sosialisasi Tata Kelola Keuangan

(Unila): Memiliki laporan keuangan yang baik sesuai standar operasional prosedur memang menjadi keharusan bagi semua instansi baik swasta maupun pemerintah, tak terkecuali Universitas Lampung.

Dalam memenuhi standar pelaporan yang baik, Unila berkesempatan mendapatkan informasi baru terkait tata kelola keuangan pada perguruan tinggi yang disosialosasikan pihak Bank Mandiri Area Lampung, Kamis (18/2).

Kegiatan yang dihelat di ruang sidang lantai 2 gedung Rektorat Unila ini dibuka Rektor Prof. Hasriadi Mat Akin, didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan Prof. Muhamad Kamal. Sementara dari Bank Mandiri diwakili oleh Jan Winston Tambunan selaku Arean Head Bank Mandiri Area Lampung didampingi Anwar Sri Widiatmoko selaku Branch Manager Bank Mandiri Bandarlampung Teuku Umar, Robin P. Hutahaean selaku Consumer Banking Manager.

Di hadapan para peserta yang terdiri dari kepala UPT, lembaga, biro, dan dekan fakultas, Hasriadi menjelaskan mengenai pola atau manajemen keuangan yang ada di perguruan tinggi. Menurutnya, persoalan keuangan masih menjadi hal yang pelik di sebagian universitas, termasuk institusi yang dipimpinnya saat ini.

Unila bagaimana pun masih perlu penataan-penataan dalam hal tata kelola keuangan. Oleh karena itu Unila sebagai perguruan tinggi yang cukup besar mewajibkan semua bank yang bermitra untuk memberikan pelbagai layanan yang memudahkan, mempercepat, serta akuntabel. Salah satunya dengan layanan host to host dan sistem keuangan yang up to date.

“Jadi WR II tau berapa jumlah uangnya, rektor tau berapa jumlah uangnya pada hari ini. Saya kira masih perlu kita berbenah terutama bagaimana membangun tata kelola keuangan agar tahu pemasukan dan pengeluaran. Kita juga berharap bisa mendapatkan pelaporan keuangan yang baik yang bisa diterima setiap saat. Dari situ kita harapkan, mampu membangun perencanaan yang baik ke depan,” ujar Hasriadi.

Merespons hal tersebut, Jan Winston memaparkan, Unila sebagai universitas yang besar juga terlibat dengan sistem keuangan negara. Oleh karena itu mau tidak mau Unila wajib memiliki sistem yang sangat canggih yang setiap saat bisa digunakan oleh seluruh korporasi Unila. Saat ini, kata Winston, dengan teknologi yang canggih sekarang sistem keuangan sudah sangat jauh berkembang.

Ada banyak sekali yang bisa dimanfaatkan dari Bank Mandiri. Termasuk bagaimana Bank Mandiri mengikuti kebijakan pemerintah yang bicara soal reses. Sehingga salah satu contohnya adalah bagaimana transaksi yang dilakukan tidak dalam bentuk tunai.

“Ada banyak sekali perkembangan sistem keuangan. Suka tidak suka kita harus ikuti perubahannya. Termasuk juga Unila. Untuk itu lah kita coba memberi masukan lewat sosialisasi tata kelola keuangan perguruan tinggi hari ini,” pungkasnya.[inay]