(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali melahirkan lulusan internasional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membawa semangat kontribusi global.
Salah satunya adalah Aman Kraidam, mahasiswa asal Thailand dari Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang resmi diwisuda pada periode V tahun akademik 2025/2026, pada Sabtu, 25 April 2026.
Aman memulai studinya di Unila pada Agustus 2023. Keputusannya melanjutkan pendidikan ke Indonesia didasari peluang beasiswa bagi mahasiswa asing serta pertimbangan kualitas akademik Unila yang dinilai terus berkembang menuju standar internasional.
Pilihan tersebut menjadi langkah awal bagi Aman untuk memperluas wawasan dan membangun perspektif global melalui pengalaman belajar lintas negara.
Bagi Aman, pendidikan internasional bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dalam konteks global.
“Pendidikan internasional menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu berkomunikasi dan bekerja sama melampaui batas-batas negara, sehingga mempercepat distribusi inovasi ke seluruh penjuru dunia” ujarnya.
Selama menempuh studi, Aman tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga dari interaksi lintas budaya di lingkungan kampus. Diskusi mengenai isu ekonomi, seperti pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, membantunya memahami bahwa persoalan global selalu berkaitan dengan kondisi lokal.
Pemahaman ini memperkuat pandangannya bahwa pendidikan, ekonomi, dan pembangunan masyarakat saling terhubung. Pendidikan berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam prosesnya, Aman juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal bahasa dan budaya. Pada awal perkuliahan, ia sempat kesulitan memahami istilah akademik dalam bahasa Indonesia.
Namun, ia mampu beradaptasi dengan aktif belajar dan membangun komunikasi dengan lingkungan sekitar. “Saya aktif belajar bahasa Indonesia, sering bertanya kepada teman, dan mencoba lebih terbuka agar bisa beradaptasi lebih cepat,” katanya.
Sebagai puncak studinya, Aman menyusun tesis berjudul “Analisis Perdagangan Internasional Thailand dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya”.
Penelitian ini mengkaji kondisi perdagangan internasional Thailand serta faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti nilai tukar, inflasi, keterbukaan perdagangan, dan produk domestik bruto (PDB).
Ia menilai hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan ekonomi di Thailand. Pengelolaan faktor-faktor tersebut secara tepat dinilai mampu mendorong stabilitas dan peningkatan perdagangan internasional, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Berbekal pengalaman akademik dan wawasan global yang diperoleh selama di Unila, Aman berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata setelah kembali ke negaranya.
Aman ingin memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk mendukung pengembangan masyarakat, sekaligus menjadi penghubung dalam mempererat kerja sama antara Thailand dan Indonesia.
Ia juga melihat bahwa kolaborasi lintas negara, seperti pertukaran mahasiswa dan penelitian bersama, menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan pendidikan global yang inklusif dan berkelanjutan.
Aman turut menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian serta mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan mampu memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” pesannya.
Ia berharap hubungan antara Thailand dan Unila, khususnya di bidang pendidikan, dapat terus terjalin erat sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa internasional untuk belajar di Unila dan berkontribusi dalam mendorong akselerasi pendidikan global. [Magang_Yuki Azzahra]
