Akademisi Tekankan Pancasila sebagai Fondasi Persatuan dan Kemajuan Bangsa

0
156

(Unila): Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Lapangan Korpri di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Senin, 1 Juni 2026.

Upacara dipimpin Pangdam XXI/Radin Intan Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi dan dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, unsur Forkopimda, pimpinan lembaga vertikal, serta pimpinan perguruan tinggi di Provinsi Lampung.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ayi Ahadiat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, eksistensi Pancasila hingga saat ini menjadi bukti bahwa ideologi bangsa tersebut mampu diterima dan menjadi pemersatu masyarakat Indonesia yang beragam.

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika global yang terus berlangsung.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pembuktian bahwa Pancasila masih eksis dan terlembaga dengan baik dalam kehidupan berbangsa, termasuk di lingkungan perguruan tinggi”, ungkapnya.

“Pancasila adalah pengikat persatuan dan kesatuan bangsa yang mampu mengakomodasi berbagai keyakinan dan menjadi dasar untuk mewujudkan kesejahteraan yang harus terus kita perjuangkan bersama,” ujar Prof. Ayi.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi generasi saat ini bukan lagi persoalan memilih ideologi, melainkan bagaimana menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kehidupan sosial.

Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

“Kita ingin menjadikan Unila sebagai World Class University yang tetap berlandaskan falsafah Pancasila. Kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai kemanusiaan, persatuan, dan tanggung jawab sosial agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Prof. Ayi juga mengajak mahasiswa, khususnya generasi milenial dan Generasi Z, untuk kembali memahami sejarah bangsa dan perjalanan lahirnya Pancasila.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi dan perubahan global.

“Generasi muda perlu membuka kembali sejarah dan memahami pergulatan ideologi bangsa. Pancasila memiliki nilai universal yang tetap relevan hingga hari ini. Kita harus membangun ilmu pengetahuan berdasarkan nilai-nilai Pancasila karena ideologi ini menjadi sarana moderasi yang mampu menyatukan warga negara dengan latar belakang yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Intan Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi saat membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI menyampaikan bahwa tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan peran penting Pancasila tidak hanya dalam menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga sebagai kontribusi bangsa dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Pancasila menjadi jangkar moral bangsa Indonesia untuk tetap bersatu, menjaga kemanusiaan, dan menghadirkan keadilan,” demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan Pangdam. [Riky Fernando]

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 6 = 4