AIESEC OE Unila Bentuk Program Youth Can Do 2.0

Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales Official Expansion Universitas Lampung (AIESEC OE Unila) membentuk program Youth Can Do 2.0.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Satria Bangsawan menjelaskan, program ini ditujukan untuk masyarakat Lampung agar tersadar melestarikan kearifan lokal tetap eksis.

Satria melanjutkan, ada sepuluh mahasiswa asing dari delapan negara yang mengikuti program ini. Mereka adalah Yeamkamun dari Malaysia; Jae Won Baeck dari Korea; Selena dari Tiongkok; Kah dari Vietnam; Javi dari Spanyol; Tesya dari Brazil; Nayla dari Mesir; dan Nate, Nau Thu Ha dan Tony dari Taiwan.

“Kurangnya kesadaran masyarakat Lampung terhadap kebudayaannya menjadi latar belakang program ini. Peserta akan mengikuti selama enam minggu sejak 18 Januari lalu,” jelasnya.

Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan yang seluruhnya berkaitan dengan budaya, mulai dari Training For Trainee (TFT), kunjungan ke Museum Transmigrasi dan Museum Lampung, Culture Goes To School, Virtual Campaign Competition.

Selain itu, ada juga pertunjukkan seni dan budaya Lampung yang ditampilkan mahasiswa asing, membuat kerajinan, kunjungan wisata, dan ditutup dengan perkenalan budaya masing-masing negara.

Ketua Pelaksana Program Isabella Winata mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan memotivasi organisasi-organisasi kemahasiswaan lainnya untuk ikut mengadakan kegiatan yang bertemakan kearifan lokal.

Senada, Presiden AIESEC OE Unila Priska Wahyurininta berharap mahasiswa asing dapat menjadi motivasi masyarakat lokal untuk menjaga budaya lampung dan ikut mempromosikannya.

“Harapannya mahasiswa asing ini nantinya dapat mempromosikan budaya Lampung di negeri mereka,. Sehingga Lampung dapat dikenal di dunia internasional,” pungkasnya. [Naufal A. Caya]