FK Perkuat Kolaborasi Global Melalui 4th ICOMESH 2026

(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui Fakultas Kedokteran (FK) dan HETI Project menyelenggarakan 4th International Conference on Medical Science and Health (ICOMESH) 2026 bertema “Integrating Precision Pathology, Toxicology, and Personalized Nutrition for Future Healthcare Innovation”.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung D Lantai 1 FK Unila pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan partisipasi luring dan daring dari berbagai negara. Konferensi internasional tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang hadir mewakili Rektor.

Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Unit Pelaksana HETI Project dan FK Unila atas terselenggaranya konferensi internasional yang menjadi wadah kolaborasi para akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Prof. Suripto menjelaskan bahwa HETI Project yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB) menjadi salah satu pilar penting transformasi Unila dalam meningkatkan infrastruktur riset, kualitas pendidikan kedokteran, serta memperkuat posisi Unila dalam pengembangan inovasi kesehatan global.

“Sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas Lampung meyakini bahwa fondasi inovasi layanan kesehatan terletak pada kualitas pendidikan kedokteran. Kami berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan siap menghadapi perkembangan teknologi kesehatan di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Suripto menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi presisi dalam dunia medis yang harus diimbangi dengan penerapan protokol klinis yang terstandar guna menjamin akurasi diagnosis, efektivitas terapi, serta keselamatan pasien.

Menurutnya, inovasi kesehatan masa depan harus mampu mengintegrasikan precision pathology, toxicology, dan personalized nutrition untuk menghasilkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan individu.

Melalui pendekatan tersebut, diagnosis yang lebih tepat dapat dipadukan dengan pengelolaan faktor risiko lingkungan dan intervensi nutrisi yang sesuai sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan konferensi ini sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menghasilkan berbagai inovasi serta rekomendasi strategis guna menjawab tantangan kesehatan global.

Kegiatan menghadirkan sejumlah pembicara internasional dan nasional, yaitu Prof. Dr. Sirichai Adisakwattana dari Chulalongkorn University, Thailand, Prof. Dr. Rukman Awang Hamat dari Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia, Prof. Roxana Filip, MD., Ph.D., dari Stefan cel Mare University, Romania, Dr. Dicky Budiman, B.Med., M.Sc., PH., Ph.D., dari Griffith University, Australia, Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, M.S., PKK., PGDRM., Sp.Ok., Ph.D., dari Universitas Indonesia, Prof. dr. Upik Anderiani Miskad, Ph.D., Sp.PA(K) dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hardinsyah, M.S., dari Institut Pertanian Bogor, serta dr. Adhi Kristianto Sugianli, Sp.PK., Subsp.P.I.(K), M.Kes., Ph.D., dari Universitas Padjadjaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan berbagai perguruan tinggi dan institusi kesehatan di Provinsi Lampung, di antaranya Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Mitra Indonesia (Umitra), Universitas Aisyah Pringsewu (UAP), Universitas Malahayati, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Tulang Bawang (UTB), Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMP), Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Poltekkes Kesuma Bangsa Lampung, Akademi Farmasi Cendikia Farma Husada, Akademi Keperawatan Bunda Delima, STIKes Adila Lampung, STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung, serta perwakilan Asian Development Bank (ADB) dan Project Management Unit (PMU) HETI Project.

Melalui penyelenggaraan ICOMESH 2026, Unila berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kualitas penelitian di bidang kesehatan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. [Melati Sekar]