(Unila): Sebanyak 945 mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring via Zoom, Kamis (18/6/2020).

Mengusung tema “Peran KKN Mandiri Putra Daerah Universitas Lampung dalam Menyongsong Era New Normal”,

pembekalan dihadiri Wakil Rektor I Unila Prof. Dr. Heryandi, S.H., M.S., Ketua BP-KKN Muhammad Basri, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua BP-KKN Unila Suparman Arif, S.Pd., M.Pd., beserta tim.

Heryandi dalam sambutannya mengimbau, mahasiswa tidak lagi membuat program yang sudah biasa dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Ia berharap, mahasiswa bisa membuat program kerja yang bermanfaat disesuaikan dengan era industri 4.0.

Mahasiswa harus pintar mencari potensi untuk dikembangkan. Heryandi meyakini, mahasiswa memiliki gagasan cemerlang mulai dari pengembangan koperasi simpan pinjam hingga membuat pembangkit listrik tenaga air jika wilayah tersebut memiliki potensi air melimpah.

Ia juga berpesan, seluruh peserta melaksanakan KKN sesuai protokol penanganan covid yang dianjurkan. “Jadilah contoh yang benar bagi masyarakat selama masa KKN, jaga almamater. Berikan yang terbaik untuk almamater,” ujarnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, seluruh peserta KKN periode ini mengikuti pembekalan di rumah masing-masing lantaran situasi wabah corona yang belum berakhir.

Menurut M. Basri, pelaksanaan KKN Unila Periode II Tahun 2020 dilaksanakan di daerah masing-masing dikarenakan tidak memungkinkan untuk melakukan pembekalan secara langsung. Kendati demikian BP-KKN Unila harus mengambil langkah cepat dengan melaksanakan KKN Mandiri Putra daerah.

Akan ada 15 kabupaten dan kota yang menjadi tempat pelaksanaan KKN. Setiap wilayah akan ditempati mereka yang merupakan putra daerah kemudian dikelompokkan berdasarkan kecamatan terdekat.

Selain itu tim BP-KKN Unila sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sampai ke tingkat kecamatan. “Kami berharap dengan keberadaan putra daerah akan lebih mengembangkan potensi yang ada di daerahnya masing-masing,” kata dia.

Untuk mereka yang berada di luar Provinsi Lampung tetap akan melaksanakan KKN. Mereka akan tergabung dengan kelompok KKN yang berada di kabupaten/kota di Provinsi Lampung dan tetap melaksanakan program kerja di desa masing-masing.

Tentunya dengan tetap berkoordinasi dengan kelompok dan DPL.

Pelaksanaan KKN sendiri dilaksanakan selama 40 hari di bawah pengawasan dan arahan DPL. [Humas/Andri].