(Unila): Sebanyak 727 mahasiswa Pascasarjana dan Doktor Universitas Lampung (Unila) ikuti program Pengenalan Sistem Akademik Pascasarjana (PSAP), Sabtu (10/8/2019). Kegiatan yang dibuka langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., ini dihelat di Gedung Serbaguna (GSG) kampus setempat.

Program PSAP dimulai dari pengenalan sistem akademik pascasarjana di Unila yang dipaparkan oleh sejumlah pemateri yakni direktur pascasarjana, perwakilan tim siakad biro akademik dan kemahasiswaan, perwakilan UPT TIK Unila, serta perwakilan Bank BRI terkait pelayanan kepada mahasiswa.

Sebelum acara dimulai, Rektor secara simbolis mengenakan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa program pascasarjana dan doktor. Dilanjutkan penyerahan daftar nama dari Rektor kepada para dekan di lingkungan Universitas Lampung.

Usai mengikuti rangkaian PSAP di di Gedung Serbaguna (GSG), mahasiswa melanjutkan PSAP di tingkat fakultas dan program studi atau jurusan masing-masing.

Ketua pelaksana PSAP Prof. Drs. Mustafa, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan, mahasiswa baru yang diterima di Unila program doktor sebanyak 50 orang pada tahun akademik 2019/2020. Mahasiswa tersebut tersebar di prodi Doktor Ilmu Pertanian, Doktor Ilmu Ekonomi, Doktor MIPA, Doktor Ilmu Lingkungan, dan Doktor Ilmu Hukum.

Universitas Lampung juga menerima mahasiswa baru program magister pada fakultas hukum sebanyak 90 orang, fakuktas ekonomi 75 orang, fakultas teknik 32 orang, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) 57 orang, serta fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) sebanyak 46 orang.

Selanjutnya fakultas kedokteran sebanyak 17 orang, fakultas pertanian sebanyak 55 orang, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) sebanyak 220 orang, dan magister program multidisiplin 17 orang. Dengan demikian total mahasiswa program pascasarjana dan doktor sebanyak 727 mahasiswa.

Mustafa berharap, dari eksisting mahasiswa yang ada saat ini maka dua tahun mendatang Pascasarjana Unila mampu menghasilkan 727 jurnal yang dipublikasi terindeks scopus.

Rektor mengungkapkan, pendidikan pascasarjana merupakan salah satu alat transformasi Universitas Lampung dari teaching university menjadi research university. Menurutnya, research university tidak bisa maksimal tanpa dukungan program pascasarjana dalam hal pembenahan pendidikan program magister dan doktor.

“Setiap lulusan pascasarjana akan mendapatkan ijazah dan ilmu akademik. Mereka meninggalkan jejak untuk peningkatan institusi atau pascasarjana itu sendiri yang pada akhirnya akan memperkuat research university,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini menerangkan, tranformasi Perguruan Tinggi harus benar-benar dikawal. Universitas 1.0 memiliki ciri khas yaitu menghafal dan mengajar. Dosen adalah satu-satunya sumber ilmu. Lanjut ke universitas 2.0, cirinya student center learning yang ditandai kurikulum berbasis kompetensi.

Dosen tidak lagi berperan sebagai sumber ilmu tapi sebagai fasilitator. Pembelajarannya sudah terpusat pada mahasiswa. Universitas 1.0 dan 2.0 masih pada kategori teaching university.

Universitas Lampung awal tahun 2016 telah bertranformasi dari teaching university menjadi research university. Ciri universitas yang mengusung research university  adalah pendidikan dan penelitian seperti dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan, sama pentingnya.

Tak lama lagi era baru universitas 4.0 atau entrepreneur university akan dimulai. Ciri universitas pada era ini terpusat pada kegiatan tri darma yang seimbang dan terukur melalui berbagai inovasi.

“Perubahan revolusi industri 1.0 hingga 4.0 harus disikapi secara optimal. Jika tidak bisa beradaptasi pada tahapan itu, Universitas Lampung akan tenggelam,” tegasnya.

Pelaksanaan PSAP juga turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si., Wakil Rektor Bidang PK-TIK Prof. Dr. Mahatma Kufepaksi, para dekan, serta para kaprodi pascasarjana dan doktor.[Penda_Humas]