(Unila): Sebanyak 68 program studi di Universitas Lampung (Unila) masuk dalam daftar penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah).

KIP-Kuliah adalah salah satu bentuk Program Indonesia Pintar (PIP) yang diberikan pemerintah kepada mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi sehingga mereka dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

PIP merupakan perluasan akses dan kesempatan belajar bagi mahasiswa yang juga peralihan dari beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa miskin.

Kepala Bagian Kemahasiswaan Unila Sofiana, S.Sos., M.Si., mengatakan, KIP-Kuliah merupakan program perdana yang diatur oleh tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Sosial. Saat ini Unila tengah menunggu instruksi lebih lanjut terkait mekanisme penyeleksian KIP-Kuliah dari ketiga kementerian tersebut.

Adapun penerima KIP-Kuliah yang diprioritaskan adalah para pemegang kartu KIP di tingkat SMA sederajat, mahasiswa dari keluarga pemegang kartu Program Kelurga Harapan (PKH), keluarga miskin atau rentan miskin, mahasiswa dengan keterbatasan akses, serta mahasiswa dengan kondisi khusus yaitu yang terkena bencana atau konflik.

Saat diwawancara tim website, Sofiana yang didampingi stafnya Sudirman, S.IP., menjelaskan, KIP-Kuliah berbeda dengan bidikmisi. Pemberian KIP-Kuliah bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu ini didasarkan pada database yang telah tersimpan di Departemen Sosial.

Kendati demikian, beasiswa ini juga terbuka bagi mahasiswa tidak mampu yang belum pernah mendapatkan beasiswa sebelumnya. Selain itu, mahasiswa bidikmisi yang masih on going juga tetap dibiayai melalui program ini. “Bidikmisi yang on going tetap dibiayai sampai semester delapan tapi dengan catatan IPK bagus, kemudian aktif selama kuliah,” ujarnya.

Unila sendiri telah membuka pendaftaran KIP-Kuliah sejak jalur seleksi masuk perguruan tinggi SNMPTN dibuka Februari lalu. Meskipun kuota penerima KIP-Kuliah di Unila masih belum ditentukan karena pandemi Covid-19, Unila telah menampung 347 pendaftar KIP-Kuliah. Mereka yang mengajukan rata-rata berasal dari calon mahasiswa jalur SNMPTN tahun 2020.

Para pendaftar tersebut nantinya akan diseleksi kembali melalui proses seleksi berkas dan wawancara yang dilaksanakan oleh universitas setelah mendapatkan instruksi dari pusat. “Untuk 347 pendaftar KIP-Kuliah yang diterima, kelanjutannya kita masih menunggu instruksi dari ketiga kementerian tersebut,” terang mantan Kabag Informasi dan Humas Unila ini. [Humas/Angel]