401 Atlet Berlaga di Kejurnas Pencak Silat Piala Menpora

kejurnas-pencak-silat-unila-2016 [net]

SEBANYAK 401 atlet yang berasal dari 68 kontingen berlaga di Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antarperguruan Tinggi Piala Menpora VI 2016. Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (Unila) ini digelar mulai 10 hingga 16 Oktober mendatang.

Penyelenggaraan kejurnas pencak silat antarperguruan tinggi hasil kerja sama mahasiswa Unila yang tergabung dalam UKM Pencak Silat dan Forum Komunikasi Pencak Silat Indonesia (FKMPI) ini merupakan salah satu wahana untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa, khususnya di bidang olah raga pencak silat.

Ajang nasional bertema “Prestasi Untuk Negeri, Bakti Pada Pertiwi” ini juga merupakan agenda rutin dua tahunan yang menampilkan putra putri terbaik perwakilan universitas. Dalam kompetisi kali ini para peserta akan memperebutkan piala bergilir Menpora yang sebelumnya dipegang Universits Sebelas Maret, piala tetap Rektor Universitas Lampung, piala wakil rektor III, piala dekan FKIP, piala kadispora Lampung kategori peserta terbaik dan kontingen terbaik.

Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Menpora yang menjadikan kampusnya sebagai tuan rumah pelaksanaan kejurnas pencak silat 2016.

Dituturkan Hasriadi, pencak silat sendiri merupakan budaya asli Indonesia, dan sebagai bagian masyarakat Indonesia maka sudah sepantasnya ikut berbangga. Terlebih lagi sejumlah akar budaya Indonesia kini sudah mulai terserap oleh bangsa asing. Salah satunya melalui teknologi informasi yang berkembang sangat pesat.

Selain sebagai salah satu upaya melestarikan budaya Indonesia, pencak silat ini adalah kegiatan positif yang melibatkan generasi muda di tengah perkembangan informasi teknologi dan gawat darurat penyalahgunaan narkoba. Dengan melaksanakan ini artinya kita sekaligus mendukung gerakan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang akan disahkan melalui inskripsi UNESCO.

“Bangun lah karakter Indonesia jangan malah ikut tergerus era globalisasi. Kejurnas pencak silat ini merupaan salah satu cara membentengi dari pengaruh-pengaruh negatif budaya asing,” ujarnya.[inay/humas]