30 Dosen Ikuti TOT Perkuliahan e-Learning

(Unila): Sebanyak 30 dosen perwakilan delapan fakultas di Universitas Lampung ikuti Training of Trainer (TOT) Pelaksanaan Perkuliahan Berbasis e-Learning yang diadakan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Bujang Rahman ini
diadakan selama empat hari mulai 21-24 Agustus 2017 di ruang sidang lantai IV Gedung Rektorat.

Ketua LP3M Prof. Murhadi mengatakan, sasaran dari kegiatan ini adalah para dosen yang belum pernah mengikuti pelatihan e-learning. Adapun empat narasumber yang mengisi kegiatan ini yaitu Prof. Bujang Rahman, Agus Trisanto, Ph.D., Gigih Fordanama, S.T., M.T., dan Meizano Ardhi M, S.T., M.T.

Materi yang disampaikan meliputi Kebijakan Pengembangan Virtual Class di Perguruan Tinggi, Pengembangan e-Learning di Unila, Pengenalan dasar Sistem e-Learning, Input Bahan Kuliah e-Learning, Membuat Tugas e-Learning, Membuat Soal e-Learning, Best Practice, serta latihan/tugas/pembimbingan.

Jika merujuk pada renstra Unila, kata Murhadi, kegiatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah mata kuliah yang melaksanakan proses e-learning. “Targetnya sebesar 10 persen. Jadi, diharapkan dosen yang mengikuti kegiatan ini dapat memenuhi target yang terdapat di renstra dan dapat menularkan kepada dosen-dosen di beberapa prodi,” paparnya.

Dilihat dari peraturan akademik, pembelajaran berbasis e-learning sudah diatur dalam undang-undang tahun 2016, di mana dosen diperkenankan melakukan pembelajaran menggunakan media elektronik, namun proporsi maksimalnya sebesar 25 persen dari pertemuan. “Karena perkuliahan tidak hanya konvensional atau tatap muka saja namun bisa melalui virtual e-learning,” ujarnya.

Sesuai target Unila yang akan bertranformasi dari teaching university menuju riset university, pembelajaran e-learning ini dapat mempercepat hal tersebut yaitu dengan membuat menarik pembelajaran dan mengonsistenkan pembelajaran dengan riset, inilah fungsi dari e-learning.

Prof. Bujang mengatakan, e-learning merupakan terobosan yang dilakukan Unila. Jika Unila ingin masuk dalam world class university, ada tiga syarat yang harus dipenuhi yaitu kapasitas berbahasa komunikasi (lebih utama bahasa inggris), mempunyai kapasitas ICT (merupakan jendelanya universitas di mana-mana), dan networking (jaringan luas).

Unila menuju ke semua syarat tersebut. Walaupun sekarang prosesnya masih merangkak namun Unila menggalakkan tiga proses tersebut. Bahkan sudah ada tiga fakultas sudah memberikan perkembangan dari proses tersebut yakni fakultas pertanian, fakultas teknik, dan fakultas MIPA.

“Maka dari itu, saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas hari ini saja tapi hasilnya dapat terlihat dengan cara sharing ke teman-teman dosen lainnya.”[Dwi_Inay/Humas]