Grand Opening Unila Mart

(Unila): Universitas Lampung (Unila) hari ini menggelar peresmian (Grand-Opening) UNILA MART. Minimarket Unila yang dibangun di samping Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini menawarkan banyak keuntungan bagi para konsumen.

Acara peresmian ini dihadiri Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin, Kepala KPRI Bina Dharma Universitas Lampung Drs. Nengah Maharta, M.Si., para wakil rektor Universitas Lampung, pejabat dekanat perwakilan dari masing-masing fakultas, dan ketua Bank BNI Cabang Universitas Lampung.

Pembangunan gedung UNILA MART yang berlangsung selama satu tahun, sejak Agustus 2016 hingga Mei 2017 ini menghabiskan dana yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit. Dana pembangunan ini diperoleh dari uang iuran anggota koperasi sejak Mei 2016 sampai Juni 2017.

UNILA MART adalah minimarket yang memiliki banyak benefit, di antaranya adalah harga dijamin lebih murah jika dibandingkan dengan mart kompetitif lainnya, produk yang dijual lengkap, parkir gratis, dan suasana nyaman.

Kemudian bagi anggota Koperasi Bina Dharma Unila yang berbelanja di UNILA MART ini akan mendapatkan keuntungan sebesar 25% setiap berbelanja.

Sebagaimana diketahui, bangunan UNILA MART ini memiliki dua lantai. Lantai kedua rencananya akan diperuntukkan food-court bagi mahasiswa dan akan mulai aktif beroperasi setelah idul fitri.

Hasriadi mengatakan, UNILA MART ini dibangun setelah 25 tahun Koperasi Bina Dharma Universitas Lampung ibarat “tidur tenggelam di dasar laut”. Karenanya, koperasi ini harus lah direvitalisasi kembali agar menjadi tonggak untuk membangun trust di antara para anggotanya.

“Tujuan dibangunnya UNILA MART ini untuk memenuhi kebutuhan para anggota koperasi yang ada di UNILA, serta menyejahterakan anggota. Nah untuk mensejahterakan anggota ini kan butuh usaha, salah satu usaha kan bisa UNILA MART”, tandas Nengah sebagai penggagas didirikannya UNILA MART ini.

Berbeda dengan Koperasi Mahasiswa (Kopma) yang sudah terlebih dahulu terkenal di kalangan mahaiswa, barang dan produk yang dijual di UNILA MART lebih bervariasi. Tak hanya makanan dan minuman, ada juga sembako, barang untuk kebutuhan sehari-hari, alat tulis, hingga barang-barang elektronik seperti setrika dan kipas angin.

Baik Hasriadi maupun Nengah mengatakan, kendala terbesar yang dihadapi saat pembangunan UNILA MART ini adalah dai sisi modal.

Pegawai yang dipekerjakan di UNILA MART ini didapat dari seleksi bertahap yang diawasi langsung oleh pihak rektorat dan KPRI Bina Dharma. Seleksi pegawai ini dibagi atas beberapa tahap. Di antaranya psikotes, interview, dan tes keterampilan komputer.

Melalu seleksi ketat selama 1 minggu dan dari total 97 pendaftar akhirnya terpilih 3 orang terbaik yang berhasil lolos tes dan bekerja di UNILA MART. Mayoritas pendaftar adalah lulusan SMK di Bandarlampung.

UNILA MART buka dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Namun, hal ini masih menjadi masa uji coba. Masa uji coba ini masih belum diketahui sampai kapan. Menurut Nengah, masa uji coba ini berguna untuk melihat seberapa besar antusias pengunjung.

Hasriadi berharap, UNILA MART menjadi tempat belanja bulanan, karena dari kita juga untuk kita sendiri.[rilis/fina]