Unila Usulkan Multiprogram Technopark Lamteng

0
1122

(Unila): Dalam rangka mempercepat dan merealisasikan peran perguruan tinggi program technopark Lampung Tengah (Lamteng), Universitas Lampung (Unila) tengah menyiapkan proposal multiprogram.

Ruang lingkup proposal multiprogram tersebut meliputi penyiapan produk-produk inovasi teknologi di technopark Lamteng berupa pengembangan pusat inovasi. Hal itu meliputi inkubasi teknologi dan bisnis, difusi teknologi dan peningkatan SDM, seperti pelatihan.

Kemudian, penyiapaan model peternakan sapi di technopark Lamteng, penerapan sistem pertanian terpadu, tanaman pangan dan ternak di Lamteng, pengembangan dan penerapan teknologi budidaya sorgum.

Prof. Dr. Cipta Ginting, M.Sc., selaku Kepala Unit Pengembangan Kerja Sama dan Layanan Internasional (UPT PKLI) Unila mengatakan, proposal multi itu hingga saat ini masih dalam tahap rancangan draf. Jika telah menjadi draf final baru akan diusulkan ke pihak BPPT selaku lembaga yang menaungi technopark Lamteng.

“Terkait peran Unila di technopark Lamteng kita sudah mengusulkan dalam perjanjian kerja sama. Memang saat ini masih dalam bentuk draf. Jika sudah final dan disetujui maka poin-poin tersebut akan dituangkan dalam PKS antara kedua pihak. Dalam hal ini antara wakil rektor 4 dan deputi kepala BPPT.”

Multiprogram Unila pada teknopark Lampung Tengah menurut Cipta disusun berdasarkan penguasaan teknologi dan kepakaran yang Unila miliki. Untuk bidang peternakan misalkan, Unila selama ini memang telah memiliki jurusan peternakan yang aktif dan bahkan telah menghasilkan paten.

“Jadi kita (Unila, red) punya jurusan peternakan yang aktif dan sudah menghasilkan paten. Dan juga nanti masih ada hasil penelitian lain yang bisa dikembangkan oleh mereka sehingga bisa dikolaborasikan supaya hasil-hasilnya lebih cepat diterima masyarakat, UKM, dan pengusaha,” kata Cipta.

Untuk diketahui, Technopark merupakan suatu kawasan yang membantu perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, dengan cara menghimpun komunitas kampus, bisnis, dan organisasi pemerintah dalam satu lokasi.

Program ini merupakan sinergitas dari berbagai pihak yang berkepentingan tersebut, untuk meningkatkan dan mempercepat pengembangan produk yang dapat dipasarkan, selain menambah nilai ekonomi pada produk tersebut.

Pemerintah mencanangkan pembangunan 100 technopark di Indonesia, dan untuk mewujudkannya menunjuk BPPT untuk melakukan pendampingan pada delapan kabupaten di Indonesia, termasuk LampungTengah.

Khusus untuk Lampung Tengah, technopark akan melakukan teknologi terapan terhadap tiga produk unggulan daerah ini, yaitu sapi, padi, dan ubi kayu. Pembangunan technopark di Kabupaten Lampung Tengah diperkirakan memerlukan waktu lima tahun.[inay]