(Unila): Mengawali tahun 2021, Universitas Lampung (Unila) tambah tujuh guru besar. Dengan demikian total guru besar di Kampus Hijau hingga saat ini mencapai 73 orang.
Terobosan Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., dengan membentuk tim percepatan guru besar mulai menuai hasil. Juru Bicara Rektor Drs. Kahfie Nazaruddin, M.Hum., mengatakan, penambahan guru besar merupakan prestasi luar biasa bagi Unila sebab baru kali ini dalam sejarah Unila memiliki guru besar di atas angka 70 orang.
Sebelumnya pada akhir tahun 2020, Unila telah menambah dua guru besar. Dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) bagi lima dosen yang diangkat sebagai guru besar pada awal tahun ini maka Unila telah menambah guru besar sebanyak 7 orang.
“Unila memang berupaya keras menambah deretan guru besarnya. Selain membentuk tim percepatan penambahan guru besar, Unila menyediakan dana penelitian professorship,” ujarnya ketika diwawancarai tim website, Kamis, 11 Februari 2021.
Kahfie menambahkan, penambahan jumlah guru besar merupakan salah satu indikator penting untuk pelbagai hal seperti peringkat webometrics dan status akreditasi. Maka itu Unila terpacu untuk menambah jumlah dosen yang memiliki jabatan akademik tertinggi itu.
Sebagai perguruan tinggi, Unila tentu tidak hanya ingin berperan sebagai menara gading. Untuk itu, Unila berupaya agar keberadaan guru besar dapat memberikan sumbangsih bagi Provinsi Lampung dan kampusnya sendiri.
Guru besar diarahkan melakukan penelitian yang menjawab permasalahan di Provinsi Lampung sesuai kepakarannya sehingga mereka mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan Bumi Ruwa Jurai.
Unila terus mendorong dan memanfaatkan kepakaran para dosen secara berkelanjutan dan multidisiplin sekaligus menjalankan kerja sama dengan univeraitas terkemuka dalam dan luar negeri.
“Peran guru besar Unila amat penting untuk membangun citra Unila sebagai centre of excellence di Provinsi Lampung. Untuk itu para guru besar harus membangun kerja sama antarlembaga dan antanegara demi kemajuan Unila dan dan Provinsi Lampung,” kata alumnus Sastra Universitas Padjajaran ini.
Tim Percepatan Guru Besar
TIM Percepatan Guru Besar Universitas Lampung dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) rektor pada awal tahun 2020. Tugas utamanya adalah membantu rektor baik program maupun percepatan kenaikan pangkat dosen ke guru besar.
Ketua Tim Percepatan Guru Besar Universitas Lampung Prof. Mustofa Usman, Ph.D., menjelaskan, jumlah guru besar Unila hingga tahun 2020 masih berada di kisaran 60-an.
Tentu jumlah itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan hampir 1.400 dosen aktif Unila. Menurut Prof. Mustofa, kenaikan guru besar selama ini lebih bersifat alami dan sangat tergantung pada individu.
Dengan pola tersebut dirasa masih sangat sulit untuk mencapai jenjang guru besar. Namun dengan dibentuknya Tim Percepatan Guru Besar Unila, jumlah guru besar terus mengalami pertumbuhan.
Dari awal dibentuk dan bekerja, tim melakukan beberapa tahapan mulai dari pendataan
dosen dilihat dari usia, kepangkatan, publikasi di jurnal ilmiah internasional, dan mengejar kekurangan kum untuk meraih jenjang guru besar.
Berdasarkan data-data yang masuk, tim membuat klasterisasi sehingga terbentuk empat klaster bagi sekitar 400 dosen bergelar doktor. Klaster satu berjumlah 44 dosen, yaitu mereka yang sudah dekat atau hanya kurang sedikit kum untuk dapat diusulkan sebagai guru besar.
Selain membuat klasterisasi, tugas utama tim adalah memberi pendampingan kepada para dosen yang akan mencapai jabatan guru besar. Kemudian memberikan penjelasan tentang sistem penilain PAK Dikti, bobot penilaian jurnal baik level nasional maupun internasional.
Selanjutnya memberikan bimbingan cara memilih jurnal yang baik, trik-trik dalam penulisan karya ilmiah, cara-cara penulisan untuk menghindari similarity yang tinggi dan plagiarism.
Tak berhenti di situ, tim mengadakan pelatihan cara analisis data statistik, memberikan pendampingan penulisan karya ilmiah berkualitas bagi mereka yang telah melalukan riset dan memiliki data.
Berdasarkan data klasterisasi dosen bergelar doktor, diharapkan tahun ini dapat menghasilkan 40 orang guru besar. Untuk merealisasikan capaian target tersebut, Unila harus meningkatkan pembiayaan riset sekaligus memberi prioritas para dosen yang sudah mendekati jenjang guru besar.
Tim juga terus melakukan pendampingan dan pelatihan yang dibutuhkan bagi para dosen atau program professorship untuk meningkatkan kemampuan mereka di bidang publikasi internasional.
Program profesorsif pada prinsipnya adalah upaya mendorong dosen-dosen yang berkualitas untuk cepat menuju ke jenjang guru besar. Dengan banyaknya guru besar mencirikan bahwa dosen-dosen Unila adalah orang-orang berkualitas di bidang akademik.
“Karena untuk mencapai jenjang guru besar adalah suatu proses panjang dan melelahkan,” ujar Prof. Mustofa.
Ia pun menambahkan, dengan bertambahnya guru besar tentu akan berimplikasi pada peningkatan kualitas lulusan dan riset. Untuk menghasilkan lulusan bermutu harus dimulai dari dosen-dosen berkualitas dan salah satu ciri dosen berkualitas adalah jenjang akademik. [Humas/Inay]
Berikut Daftar Penambahan Guru Besar Unila :
1. Dr. Mahrinasari M.S., S.E., M.Sc. (1 November 2020),
2. Dr. Ir. Dwi Hapsoro, M.Sc. (1 Desember 2020),
3. Dr. Toto Gunarto, S.E., M.Si. (1 Januari 2021),
4. Dr. Drs. Sugiyanto, M.T. (1 Januari 2021),
5. M. Badarudin, S.T., M.T., Ph.D. ( 1 Januari 2021)
6. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes.
7. Dr. Dyah Wulan Sumekar R.W., S.K.M., M.Kes.