Unila-Pemprov Lampung Adakan FGD Terkait RPJMD

0
1114

(Unila): Pemprov Lampung adakan Focus Group Discussion (FGD) terkait pelaksanaan RPJMD, di Universitas Lampung (Unila). Kegiatan berlangsung di ruang sidang gedung Rektorat lantai dua, Rabu (17/7/2019).

Nampak hadir Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si., Kepala Bapedda Provinsi Lampung Herlina Warganegara, S.E., M.M., dan sivitas akademika Universitas Lampung.

Herlina menyampaikan, saat ini RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) sudah sampai pada tahap rancangan awal. Dalam waktu dekat akan disampaikan ke DPRD Provinsi Lampung untuk mendapatkan kesepakatan.

Untuk mendapat hasil maksimal sangat diperlukan ide-ide inovatif yang diperoleh dari FGD sehingga menghasilkan rekomendasi terbaik bagi Pemerintah Provinsi Lampung.

Herliana menjelaskan, FGD kali ini membahas topik misi peningkatan kualitas SDM dan pengembangan perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta kaum difabel di Provinsi Lampung.

Rektor Unila mengungkapkan, Pemprov Lampung mengikutsertakan Unila adalah keputusan tepat karena merupakan lembaga pendidikan yang ikut membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Masalah gender dan perempuan merupakan masalah yang kompleks sekaligus menjadi sorotan publik. Kita sebagai akademisi diharapkan dapat memberi masukan kepada pemerintah Lampung dalam kegiatan ini,” imbaunya.

Hasriadi juga menambahkan, Unila memiliki misi untuk ikut mengatasi kemiskinan melalui pendidikan. Saat ini di Unila terdapat 2.000 mahasiswa yang mendapatkan pendidikan secara gratis. Keseluruhan mahasiswa tersebut merupakan orang-orang tertinggal maupun dari keluarga prasejahtera yang tersebar di Provinsi Lampung.

Mantan Wakil Rektor Akademik Unila ini berharap, Pemerintah Provinsi Lampung dapat merespons dengan memasukkan sejumlah program yang dapat memberantas kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Unila sendiri sebagai pengembang SDM sudah memiliki berbagai sarana, termasuk untuk SDM difabel. “Mudah-mudahan dengan FGD ini dapat memecahkan masalah yang ada dan menghasilkan pedoman-pedoman dalam pembentukan RPJMD,” tegasnya.[Gigih_Humas]