Unila Mewisuda 900 Mahasiswa

0
1209

(Unila): Universitas Lampung kembali mewisuda mahasiswa program magister, profesi, sarjana, dan diploma periode II tahun akademik 2018/2019, di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Kamis (22/11/2018).

Universitas Lampung mewisuda 900 orang, terdiri dari 85 orang program magister, 23 orang program profesi, 676 orang program sarjana, dan 116 orang program diploma.

Wisudawan terbaik tingkat universitas program pascasarjana diraih oleh Evi Fitri Aglina dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Terbaik kedua diraih Arizon Amega Jaya dari Fakultas Hukum. Terbaik ketiga, Fina Triana Marbun dari Magister Ilmu Lingkungan.

Sedangkan program sarjana diraih oleh Niken Angraini dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terbaik kedua diraih Yues Menti dari Fakultas Pertanian, dan terbaik ketiga diraih oleh Desri Ayu Puspita dari Fakultas Sosial dan Ilmu Politik.

Untuk lulusan diploma terbaik pertama diraih oleh Ovia Febri Pramesti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terbaik kedua diraih oleh Ilmi Yani Dimata dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dengan demikian Universitas Lampung sampai pada periode ini sudah meluluskan sebanyak 102.397 sumber daya manusia yang tesebar di berbagai pelosok negeri.

Rektor mengingatkan kepada seluruh wisudawan, saat ini kita berada pada industri 4.0. Ia berharap seluruh wisudawan bisa dengan cepat menyesuaikan diri pada era ini. “Banyak sekali jenis-jenis pekerjaan yang sudah hilang, karena digantikan teknologi. Zaman ke depan yang kreatif lah yang akan unggul dan mengalahkan yang besar,” ujarnya.

Hasriadi menambahkan, sekitar 800 juta lapangan kerja akan hilang pada tahun 2030. Oleh karena itu generasi inilah yang akan menentukan masa depan. Ada tiga literasi di antaranya, literasi digital, digital, dan komunikasi.

“Saudara harus berhati-hati menggunakan teknologi seperti medsos, karena ke depan karakter saudara akan terlihat dari medsos yang dapat dianalisis melalui big data. Teknologi menuntut kita harus mengerti dan memahami teknologi. Selain itu, literasi komunikasi tidak kalah penting”.[Penda/Humas]