TPST Universitas Lampung Gelar “Trash Talk” di SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

0
257

(Unila): Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan program edukasi lingkungan bertajuk “Trash Talk” bagi siswa-siswi SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini melalui penyampaian materi interaktif dan praktik langsung pada Jumat, 11 Desember 2025 di SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung.

Program “Trash Talk” dirancang untuk memperkenalkan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan kepada pelajar, sekaligus membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia sekolah.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis sampah, pemilahan sampah, serta konsep pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Muafa Ichsan Taufiq, Ketua Tim Volunteer TPST Unila menyampaikan bahwa edukasi lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dapat membentuk pola pikir dan perilaku ramah lingkungan di kalangan pelajar.

“Trash Talk kami rancang agar siswa memahami bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bila dikelola dengan benar,” ujarnya.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah praktik pembuatan eco enzyme, yaitu cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik.

Dalam sesi ini, para siswa diajak mempraktikkan langsung pembuatan eco enzyme menggunakan bahan sederhana seperti kulit buah, gula merah, dan air, serta memahami manfaatnya bagi lingkungan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Para guru menilai program “Trash Talk” relevan dengan upaya pembiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung, baik dalam sesi diskusi maupun praktik.

Melalui kegiatan ini, TPST Unila berharap edukasi pengelolaan sampah dapat menjadi langkah awal bagi sekolah dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Melalui program “Trash Talk”, TPST Unila hadir tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai mitra edukatif yang mendorong tumbuhnya generasi muda yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. [Magang_Shalu Munadiyan]