(Unila): Untuk mengetahui efektivitas dan mutu sebuah perguruan tinggi, tim di staf ahli bidang akademik Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melakukan kunjungan ke berbagai universitas negeri dan swasta dalam rangka pemetaan proses belajar mengajar (PBM) di kampus setempat.
Universitas Lampung (Unila) menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang dikunjungi oleh Tim Pemetaan PBM. Kegiatan dilakukan pada Selasa (27/10) lalu di Ruang Sidang lantai II Rektorat.
Kunjungan Tim Pemetaan PBM dipimpin oleh Prof. Dr. Chan Basaruddin selaku ketua dan didampingi oleh Prof. Dr. R. Eko Indrajit dari STIE Perbanas selaku sekretaris, Dr. Maman Rumanita dari Universitas Terbuka selaku anggota, Dr. Syamsul Arifin dari Institut Teknologi Sepuluh November selaku anggota, serta Zaenal Abidin, M.S., dari STKIP Kebangkitan Nasional selaku anggota.
Dalam arahannya Chan mengatakan, pemetaan dipandang perlu karena core sebuah universitas adalah proses belajar mengajar. Kegiatan ini bukan untuk melakukan pemeringkatan melainkan pemetaan yang tujuan akhirnya akan berkaitan dengan intervensi kebijakan.
Hal ini berkaitan dengan efektivitas dan mutu sebuah perguruan tinggi. Jadi kegiatan ini sangat relevan untuk mengetahui efektivitas belajar mengajar di seluruh universitas-universitas yang ada di Indonesia.
Dalam mengaplikasikan pemetaan ini, pihaknya mendesain tiga instrument yang akan digunakan. Pertama pengumpulan data-data yang sifatnya kualitatif dan kuantitatif yang berhubungan dengan institusi. Kedua, peninjauan proses belajar mengajar dari kacamata dosen. Ketiga, instrumen yang berhubungan dengan mahasiswa.
“Dalam hal ini kami bukan mencari data collection tetapi lebih kepada feedback atau alat untuk mengukur efektivitas PBM. Kita berharap instrument ini memadai dan juga mencerminkan mutu dari PBM di perguruan tinggi,” ujarnya.[*]