(Unila): Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila). Sri Fatma Delya, mahasiswa Program Studi Hukum angkatan 2023, berhasil meraih 3rd Winner of Legal Opinion ALSA Juristic Contest 2026 yang diselenggarakan pada 9 Mei 2026 di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang.
Kompetisi yang diselenggarakan Asian Law Students’ Association (ALSA) berfokus pada penyusunan legal opinion terkait penegakan hukum terhadap kepatuhan dan penyelesaian praktik persaingan usaha tidak sehat.
Dalam ajang ini, peserta harus melewati dua tahapan, yakni penyisihan melalui penyusunan berkas pandangan hukum dan tahap final berupa presentasi langsung atas hasil analisis yang telah dibuat.
Bagi Fatma, kompetisi ini menjadi pengalaman yang menantang sekaligus berharga. Pasalnya, tema yang diangkat berada dalam ranah hukum perdata dan persaingan usaha, sementara fokus keilmuan yang selama ini ia dalami lebih banyak berkaitan dengan Hukum Administrasi Negara.
“Perkara persaingan usaha merupakan salah satu jenis perkara yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, terutama dalam aspek pembuktiannya. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk mempelajari bidang yang berada di luar fokus kajian yang biasa saya tekuni,” ujarnya.
Tantangan semakin besar ketika Fatma berhasil melaju ke babak final. Ia harus mempresentasikan hasil analisis secara individu, sementara seluruh delegasi dari perguruan tinggi lain hadir dalam formasi tim yang terdiri dari tiga orang.
Di hadapannya, terdapat peserta dari berbagai kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Padjadjaran.
“Saya merasa terhormat bisa berkompetisi bersama delegasi dari berbagai universitas besar. Pengalaman itu memberikan banyak pelajaran dan membuka wawasan baru bagi saya,” katanya.
Di tengah keterbatasan waktu, Fatma harus menyelesaikan berkas legal opinion secara lengkap dalam waktu kurang dari tiga hari. Meski waktu penyusunan relatif singkat, ia telah mempersiapkan analisis dan pendalaman materi jauh sebelum kompetisi berlangsung.
Tantangan lain muncul saat babak final. Sekitar sepuluh menit sebelum presentasi dimulai, Fatma baru mengetahui bahwa peserta tidak diperkenankan membawa berkas maupun bahan rujukan ke dalam ruangan. Padahal, ia telah menyiapkan sejumlah catatan untuk membantu memetakan alur penyampaian materi yang cukup panjang dan kompleks.
Di balik berbagai tantangan yang dihadapi, usaha Fatma membuahkan hasil membanggakan. Selain meraih Juara III, ia juga memperoleh penghargaan sebagai penyusun berkas Legal Opinion terbaik di antara puluhan delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi salah satu pengalaman kompetisi yang paling berkesan selama masa perkuliahannya.
“Ada begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan. Meskipun belum memperoleh hasil yang paling maksimal, pengalaman ini justru memotivasi saya untuk terus berkembang dan meraih pencapaian yang lebih baik di masa mendatang,” ungkapnya.
Motivasi terbesar Fatma dalam mengikuti kompetisi tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada keinginannya untuk memperluas wawasan hukum.
“Sebagai sarjana hukum, nantinya kita tetap akan menyandang gelar S.H. Oleh karena itu, saya ingin memahami seluruh aspek hukum dan terus memperbarui ilmu yang saya miliki,” jelasnya.
Fatma juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanannya, mulai dari keluarga, official team Kevin Prima Hermawan, Himpunan Mahasiswa Hukum Administrasi Negara (HIMA HAN), hingga Fakultas Hukum Unila.
Fatma berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mencoba tantangan baru di luar zona nyaman.
“Semoga ke depan semakin banyak kesempatan untuk berkembang dan semakin banyak pula prestasi-prestasi hebat yang dapat diraih Fakultas Hukum,” ujarnya. [Magang_Rina]

