Semangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi tak pernah surut meski dihadapkan pada cobaan. Hal itu ditunjukkan Hanif, peserta Seleksi Mandiri Jalur Program Masuk Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) Universitas Lampung (Unila), pada Kamis 9 Juli 2026, yang tetap mengikuti ujian meski baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa jam sebelum pelaksanaan tes.
Pemuda asal Lampung Tengah tersebut sebelumnya telah mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), namun belum berhasil memperoleh kursi di perguruan tinggi negeri.Kesempatan mengikuti PMPAP menjadi harapan berikutnya untuk mewujudkan cita-citanya menempuh pendidikan di Unila.
Hanif memilih Program Studi S-1 Bisnis Digital dan S-1 Ilmu Komunikasi sebagai tujuan studinya. Ia mengetahui, PMPAP merupakan program afirmasi yang memberikan kesempatan bagi putra-putri asli Lampung dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa dikenai biaya kuliah apabila dinyatakan lulus seleksi.
Sehari sebelum ujian, Hanif berangkat dari Lampung Tengah dan menginap di rumah temannya di kawasan Kota Baru, Bandar Lampung. Pagi harinya, saat hendak mencari sarapan, musibah datang tanpa diduga.
Di kawasan Hajimena, motornya terlibat kecelakaan setelah bersenggolan dengan kendaraan lain. Akibat kejadian tersebut, bagian kopling motornya patah dan bodi kendaraan mengalami kerusakan. Hanif juga mengalami luka pada tangannya.
“Pas di jalan, kayaknya saya kurang memperhatikan kendaraan yang mau berbelok. Tapi saya langsung minta maaf kepada ojol yang juga jatuh. Syukurnya beliau juga merespons baik dan hanya mengingatkan supaya lebih berhati-hati,” ujarnya.
Setelah menghubungi temannya, Hanif dibawa kembali ke tempat menginap untuk mendapatkan pertolongan dan membersihkan luka sebelum akhirnya berangkat ke lokasi ujian. Beruntung ia mendapat jadwal ujian dan wawancara tidak terlalu pagi, sehingga masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
Meski masih menahan rasa sakit, Hanif mengaku tidak mengalami kendala berarti saat mengikuti proses seleksi. “Saya pernah latihan try out sebelumnya, jadi setidaknya sudah ada gambaran soal, sekarang tinggal maksimalin usaha,” katanya.
Bagi Hanif, PMPAP bukan sekadar jalur seleksi mandiri, tetapi juga peluang untuk mengubah masa depan. Program yang menjadi salah satu bentuk komitmen Unila dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Lampung ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk menempuh pendidikan tanpa biaya kuliah hingga lulus.
Di akhir wawancara, Hanif menyampaikan pesan sederhana yang lahir dari pengalaman yang baru saja dialaminya. “Tetap semangat saja, apa pun yang terjadi, badai harus tetap dilewati”, pungkasnya. [Riky Fernando]



