Seminar Nasional Mewujudkan Pemilu 2019 Berkualitas

0
3230

UNIVERSITAS Lampung (Unila) melalui Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menggelar seminar nasional Pemilu 2019. Acara berlangsung Kamis (1/11/2018), di ruang sidang lantai 2 Rektorat Unila.

Dekan FISIP Universitas Lampung Dr. Syarif Makhya, M.Si, mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan rekomendasi kepada penyelenggara pemilu, sesuai tema yang diusung yakni “Mewujudkan Pemilu 2019 Berkualitas : Antara Realitas dan Harapan Publik”.

“Tema ini penting dan menarik. Pemilu April 2019 merupakan pemilihan serentak. Ini pengalaman baru bagi kita dan masyarakat Indonesia untuk melaksanakan pemilu serentak,” katanya.

Syarif melanjutkan, peningkatan kualitas pemilu harus dipahami dengan pendekatan komprehensif dan pendekatan sistem. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu merupakan tanggung jawab bersama, baik penyelenggara, masyarakat, pers, maupun pihak lain.

“Harapan kita pemilu yang akan datang semakin baik karena faktanya, selama ini dari sisi prosedur dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan. Secara prosedur ke depan lebih baik,” terusnya.

Namun Syarif juga menyoroti keadaan pascapemilu yang keadaannya lebih parah dari tahapan sebelum pemilu. Ia mencontohkan anggota DPRD Kota Malang yang saat ini tinggal empat orang karena lainnya terjerat kasus korupsi.

“Ini problem tersendiri. Bagaimana kita mengenal bukan hanya tataran proses pemilihan, tapi membangun sistem yang lebih baik. Untuk itu kita telah menghadirkan dua narasumber utama, yakni Guru besar ilmu politik Universitas Airlangga Prof. Dr. Ramlan Surbakti dan ketua prodi MIP Drs. Hertanto, Ph.D.,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy’ari menambahkan, pihaknya menyadari bahwa kampus merupakan ujung tombak keilmuan dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, ia mengharapkan kampus memberikan masukan kepada KPU untuk dapat menjalankan tugasnya sebagaimana yang seharusnya.

“Mengelola kepemiluan harus didukung kompetensi keilmuan. Seminar ini titik temu dua hal, yakni data yang dimiliki KPU dan metodologi yang berasal dari kampus. Saya berharap KPU menyelenggarakan pemilu on the track dan kampus yang mengingatkan bila ada yang salah dan tidak sesuai,” pungkasnya.

Dekan FISIP menyebutkan, seminar nasional ini dihadiri 150 peserta yang terdiri dari komisioner KPU Provinsi Lampung dan kabupaten/kota, komisioner Bawaslu Provinsi Lampung dan kabupaten/kota, para pimpinan partai, dan mahasiswa Unila. Mahasiswa utusan yang turut hadir berasal dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Samratulangi, dan Universitas Sriwijaya.[Caca/Inay_Humas]