Seminar Nasional Metode Kuantitatif FMIPA Unila

0
1628

(Unila): Jurusan Matematika FMIPA Universitas Lampung menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Penggunaan Matematika, Statistika, dan Komputer Dalam Berbagai Disiplin Ilmu Untuk mewujudkan Kemakmuran Bangsa”.

Seminar Nasional Metode Kuantitatif (SNMK) yang dihelat selama dua hari di Aula Dekanat FMIPA, Jumat (24/11/2017), ini disponsori Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dan FMIPA Universitas Lampung.

Agenda ini dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA Unila Prof. Warsito, S.Si., DEA., Ph.D., didampingi ketua LPPM Unila dan para ketua jurusan di lingkungan FMIPA Unila.

Prof. Warsito menyampaikan, salah satu tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk meningkatkan dan menumbuhkan iklim akademik di Universitas Lampung.

Selaku pimpinan di FMIPA Unila, ia menyambut baik kegiatan tersebut, sekaligus berharap tumbuh seminar-seminar serupa yang bersifat ilmiah. “Selanjutnya ini akan menjadi agenda rutin fakultas,” tegasnya saat diwawancarai.

Di kesempatan yang sama, Prof. Mustafa Usman, Ph.D., selaku ketua pelaksana kegiatan menjabarkan, SNMK merupakan kegiatan tahunan Jurusan FMIPA sebagai arena bagi para ilmuan, dosen, dan mahasiswa untuk bertukar ide, pengalaman hasil riset, serta kemungkinan kerja sama riset.

Mustafa menambahkan, seminar ini dihadiri sekitar 220 peserta dan 60 pemakalah yang siap menyampaikan hasil penelitiannya pada rangkaian sesi ini.

Instansi yang hadir dan berkontribusi pada kegiatan ini antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Badan Pusat Statistik; Universitas Indonesia; Institut Teknologi Bandung; Universitas Sriwijaya; Universitas Jember; Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati; Universitas Cendrawasih; Universitas Teknokrat Indonesia; Universitas Malahayati; Universitas Lampung, dan STIMIK Pringsewu.

Rangkaian kegiatan selama dua hari ini diisi kuliah umum dari para pakar bidang metode kuantitatif antara lain dari Universitas Indonesia, Badan Pusat Statistik, Universitas Lampung, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dilanjutkan dengan plenary session  dari keynote speaker, serta ditutup dengan parallel session dari pemakalah.[Riky_Inay/Humas]