(Unila) : Magister Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung (MIA FEB Unila). Pendaftaran beasiswa STAR (State Accountability Revitalization) yang digulirkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini dibuka sejak 7 Agustus lalu hingga 21 Agustus mendatang.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Ilmu Akuntansi FEB Unila Susi Sarumpaet, Ph.D.,Akt., mengatakan, program STAR Project diselenggarakan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas negara. Pemerintah ingin meningkatkan akuntabilitas pengelola keuangan negara melalui pemberian beasiswa full bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin bekerja di bagian pengelolaan keuangan, termasuk pemerintah keuangan itu sendiri, untuk ditingkatkan kualifikasi pendidikannya.
“Supaya mereka (PNS, red) yang mungkin sudah lama tidak mendapatkan pelatihan atau meng-update keilmuannya bisa lebih lencar lagi kemampuannya. Caranya dengan menaikkan lagi level pendidikannya saat ini. Dari program D-III ke S-1, dari S-1 ke S-2,” ujarnya ketika ditemui Tim Web di ruang kerjanya, Rabu (6/8).
Dikatakan Susi, program ini terbuka bagi seluruh PNS yang bekerja di bidang pengelolaan keuangan dari instansi manapun baik dalam maupun luar Provinsi Lampung. Beasiswa STAR Project ini ditanggung sepenuhnya oleh BPKP mulai dari uang pendaftaran hingga penyelenggaraan wisuda plus biaya hidup. Bahkan, sambungnya, kalau ada peserta yang berasal dari luar Lampung mereka diberikan biaya akomodasi dan transportasi.
Untuk dapat melamar di program ini terdapat beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi para pendaftar. Di antaranya, PNS tersebut merupakan lulusan S1 Akuntansi/Manajemen/Ekonomi atau dengan kata lain program di jenjang pendidikan sebelumnya harus linear dengan program studi yang akan ditempuh melalui beasiswa STAR. “Kita menyediakan kuota sebanyak 25 orang dalam beasiswa program MIA ini. Pendaftaran dilakukan secara offline. Setelah itu tes diadakan pada 23 Agustus, disusul pengumuman pada 25 Agustus, kemudian matrikulasi antara tanggal 26-30 Agustus mendatang,” paparnya.
Dijelaskan Susi, tidak semua universitas diberikan kewenangan oleh BPKP untuk membuka menyelenggarakan beasiswa STAR. Tahun sebelumnya program ini sudah berjalan di beberapa perguruan tinggi lain. Unila, kata dia, juga di awal sudah diberikan kesempatan untuk ikut seleksi. Namun karena akreditasi Magister Ilmu Akuntansi pada saat itu masih dalam proses maka pihaknya harus menunggu hingga akreditasi diterbitkan.
Untuk Sumatera, ada dua universitas yang ditunjuk BPKP menyelenggarakan STAR Project, yakni Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Lampung. Unand akan merekrut para peserta yang berasal dari Sumatera bagian tengah ke atas, sedangkan Unila bagian Sumatera ke bawah.
“Meskipun tidak menutup kemungkinan daerah lain mengajukan pendaftaran ke kita, seperti dari Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lainnya. Mereka mungkin banyak juga yang mengikuti pelatihan, tetapi dengan adanya ini pendidikan mereka akan dinaikkan levelnya sehingga kesempatan buat mereka untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang keuangan lebih tinggi lagi. Jadi antara ilmu dengan praktik yang ada bisa bersinergi,” imbuh Susi.[] Inay