(Unila): Rizky Nanda Febrio Adha, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) Program Studi Teknik Sipil angkatan 2022, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih gelar 2nd Runner Up Mekhanai Lampung 2026 dalam ajang pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung.

Di balik pencapaian tersebut, terdapat perjalanan panjang yang penuh proses, kerja keras, dan komitmen untuk terus mengembangkan diri. Bagi Rizky, ajang Muli Mekhanai bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk belajar, bertumbuh, sekaligus menjadi representasi generasi muda Lampung dalam memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Sejak awal, Rizky mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap dunia budaya, pariwisata, dan pengembangan diri. Ketertarikan itulah yang kemudian membawanya menapaki berbagai tahapan hingga akhirnya berdiri di panggung pemilihan Mekhanai Lampung 2026.

“Bagi saya, Muli Mekhanai bukan hanya tentang meraih gelar. Ini adalah wadah untuk belajar dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah melalui promosi budaya kepada masyarakat,” ujarnya.

Perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu berjalan mudah. Sebagai mahasiswa aktif, Rizky harus mampu membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, pekerjaan, dan persiapan mengikuti ajang Muli Mekhanai.

Ia juga terus mengasah kemampuan public speaking, memperluas wawasan tentang budaya dan pariwisata Lampung, serta membangun kepercayaan diri agar dapat tampil optimal pada setiap tahapan seleksi.

Pengalaman sebelumnya sebagai Mekhanai Universitas Lampung dan kemudian dipercaya menjadi Mekhanai Lampung Selatan menjadi bekal berharga dalam perjalanan tersebut.

Dari berbagai pengalaman itu, Rizky memperoleh banyak pelajaran mengenai kepemimpinan, komunikasi, hingga pentingnya kolaborasi untuk membawa nama baik daerah.

Motivasi terbesarnya mengikuti ajang Muli Mekhanai Lampung 2026 adalah keinginan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Provinsi Lampung. Menurutnya, generasi muda memiliki peran dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah agar semakin dikenal masyarakat.

Usaha dan dedikasi yang dijalani ini akhirnya membuahkan hasil dan menjadi salah satu pencapaian berharga dalam hidupnya.

“Pencapaian ini bukan hanya hasil kerja keras saya sendiri, tetapi juga berkat doa dan dukungan keluarga, sahabat, para pembina, serta masyarakat yang selalu memberikan semangat,” ungkapnya.

Meski telah meraih prestasi tingkat provinsi, Rizky menegaskan bahwa gelar tersebut bukanlah akhir perjalanan. Sebaliknya, ia menganggap pencapaian itu sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berkarya dan menginspirasi generasi muda Lampung.

Menurut Rizky, peran Mekhanai Lampung saat ini semakin penting di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Kehadiran Mekhanai tidak hanya sebagai duta budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai budaya Lampung dengan generasi muda masa kini seperti menggunakan bahasa Lampung, memahami adat istiadat, serta aktif mempromosikan potensi wisata dan budaya daerah.

Ia menilai pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda, seperti pemanfaatan media sosial, program edukasi, kegiatan kreatif, serta kolaborasi dengan pelajar dan mahasiswa. Dengan cara tersebut, budaya Lampung dapat dikenalkan secara menarik tanpa kehilangan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Budaya Lampung bukan sesuatu yang kuno atau tertinggal zaman. Justru budaya adalah identitas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” katanya.

Sebagai Mekhanai Lampung 2026, Rizky juga berharap dapat terus berkontribusi dalam bidang budaya, pariwisata, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda. Ia ingin mengajak lebih banyak generasi muda untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi diri, dan bangga terhadap identitas budaya daerah.

Menurutnya, keberhasilan merupakan hasil dari perjalanan panjang yang diisi dengan latihan, evaluasi diri, dan keberanian untuk bangkit dari kegagalan.

“Jangan takut mencoba meskipun merasa belum sempurna. Jadikan setiap pengalaman sebagai kesempatan untuk berkembang. Dan yang terpenting, ikutilah ajang ini bukan hanya untuk mencari gelar, tetapi untuk belajar, mengabdi, dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Prestasi yang diraih Rizky menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan kecintaan terhadap budaya dapat membawa generasi muda memberikan kontribusi nyata bagi daerah. [Magang_Rina].