(Unila) : Universitas Lampung (Unila) melalui Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputer (UPT Puskom) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Lampung menjalin kerja sama dalam hal pelayanan penerimaan pembayaran pendaftaran mahasiswa baru melalui fasilitas perbankan. Layanan manajemen keuangan banking elektronik e-banking management system digunakan untuk memermudah proses pembayaran dari berbagai sisi. Baik dari sisi mahasiswa maupun manajemen Unila.
Demikian dipaparkan Kepala UPT Puskom Unila Muhamad Komarudin, S.T.,M.T., Jumat (27/6). Dikatakannya, sistem manajemen elektronik bank (e-banking management system) yang ditawarkan ini mampu mengidentifikasi setiap mahasiswa yang sudah melakukan pembayaran.
Sebelum diperkenalkan ke UPT Puskom, layanan baru yang rencananya diterapkan di Kampus Hijau ini sudah dikoordinasikan dengan Bagian Keuangan Unila. Dari hasil koordinasi tersebut, BNI diminta untuk melakukan langkah investasi dalam membuat pembaruan sistem. Sedangkan peran Unila, memberi masukan agar sistem ini mampu mengakomodasi manajemen lebih baik, terutama dalam hal transaksi pembayaran.
“Kita menginginkan BNI bisa mengakomodasi sistem pembayaran di berbagai transaksi atau multipayment. Sehingga tidak hanya SPP tapi semua model pembayaran kegiatan seperti KKN, pendaftaran online, kursus bahasa, legalisir ijazah, sampai Uang Kuliah Tunggal (UKT) bisa dilakukan secara mudah bagi mahasiswa. Di sisi lain, manajemen pembayaran hingga pengelolaan data terkait keperluan pelaporan keuangan dapat dilakukan lebih mudah,” ujarnya.
Komarudin menambahkan, sistem baru ini akan mengakomodasi pembayaran uang kuliah tunggal secara lebih fleksibel. Dengan sistem e-banking, pihak-pihak yang akan melakukan pembayaran baik para mahasiswa maupun civitas akademika Unila cukup memanfaatkan akses internat tanpa harus berdesakan di loket bank. Sementara untuk pembayaran SPP, sistem ini akan dirancang agar mampu menginvestigasi secara online sehingga terdapat kecocokan antara biodata mahasiswa dan jumlah biaya yang harus dibayarkan.
Layanan ini berlaku tidak hanya untuk mahasiswa S-1 tapi juga pascasarjana tingkat magister di 30 prodi yang sudah ada, delapan prodi S-2, maupun di dua prodi doktoral yang seluruhnya baru dibuka Unila tahun ini. “Meski sistem ini akan lebih meminimalisasi terjadinya penyalahgunaan penerima UKT namun model akan dibuat sedemikian rupa guna menjamin fleksibilitas. Sistem ini akan menjamin pelayanan perbankan pada berbagai transaksi pembayaran. Selain mempermudah, sistem dibuat agar para mahasiswa jadi proaktif,” papar Komaruddin.
Direktur Utama BNI Lampung Gatot M. Suwondo menyebutkan, bentuk kerja sama dalam penerimaan pembayaran biaya pendidikan dilakukan melalui fasilitas perbankan secara host to host. “Kerja sama konektivitas host to host dalam bertranskasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan layanan yang lebih baik bagi mahasiswa dan juga para nasabah,” urainya.[] Inay