(Unila): Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lampung (Unila) sukses menampilkan proyek musikalisasi puisi sebagai luaran mata kuliah musikalisasi puisi semester VII.
Proyek ini menjadi bentuk aktualisasi pembelajaran sastra yang tidak hanya berhenti pada ranah teoretik, tetapi juga menekankan praktik kreatif melalui proses alih wahana sastra.
Proyek musikalisasi puisi ini digarap Tim Muspus Uleu Muder yang beranggotakan empat mahasiswa, yaitu Muhammad Afif Al Fahmi Asri, Riska Sukma Triyani, Martin Hamonangan Napitupulu, dan Bilsabila Rizky Amalia.
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pengampu, Prof. Dr. Muhammad Fuad, M.Hum., dan Aditya Pratama, M.Pd., yang secara intensif mengarahkan proses kreatif sejak tahap konseptual hingga tahap penayangan karya.
Berbeda dari praktik musikalisasi puisi pada umumnya, proyek ini tidak hanya menekankan proses alih wahana puisi ke dalam bentuk musik.
Tim Muspus Uleu Muder melangkah lebih jauh dengan mengalihwahanakan hasil musikalisasi tersebut ke dalam bentuk video musik (music video/MV). Dengan demikian, proyek ini melalui dua tahap alih wahana, yakni musikalisasi puisi dan sinematisasi puisi.
Pada saat penayangan video musik musikalisasi puisi yang dilaksanakan pada 23 Desember 2025, Prof. Muhammad Fuad menyampaikan, karya yang ditampilkan telah melampaui batas musikalisasi puisi konvensional.
Menurutnya, proyek ini sudah memasuki ranah level lanjutan, yakni sinematisasi puisi, karena puisi tidak hanya dihadirkan melalui bunyi dan musik, tetapi juga melalui bahasa visual yang sinematik dan naratif.
Penayangan proyek musikalisasi puisi ini dikolaborasikan dengan kegiatan Proyek Akhir Semester I RASA (Layar Sastra Dua Bahasa), khususnya pada hari kedua pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kolaborasi ini menjadi ruang temu antardisiplin alih wahana sastra, mulai dari film, musik, hingga visual sinematik, yang seluruhnya berangkat dari teks sastra sebagai sumber utama.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami puisi sebagai teks, tetapi juga mampu menafsirkan, menginterpretasikan, dan mengeksekusinya ke dalam bentuk karya lintas media.
Proyek pusikalisasi puisi menjadi bukti pembelajaran sastra dapat berkembang secara kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan seni pertunjukan serta media audiovisual.
Dengan terselenggaranya proyek musikalisasi puisi ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mampu tumbuh sebagai kreator sastra yang tidak hanya piawai secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan artistik dan keberanian bereksperimen dalam proses alih wahana.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sastra memiliki ruang yang luas untuk terus hidup, berkembang, dan berdialog dengan berbagai medium seni lainnya. [Rilis]

