(Unila): Program Studi Magister Kimia FMIPA Universitas Lampung (Unila) menerima dua asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dalam rangka asesmen lapangan secara daring, Senin (26/10/2020).
Mereka antara lain Prof. Dr. Bambang Rusdiarso, D.E.A., dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Prof. Dr. Didik Prasetyoko S.Si., M.Sc., dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Dekan FMIPA Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T., saat membuka rangkaian asesmen lapangan berharap, kegiatan dapat berjalan lancar meskipun asesmen terselenggara secara daring. Data-data tambahan terkait penilaian borang, baik data lama dan terbaru sudah disiapkan.
“Asesmen ini agar tetap menjadi upaya terbaik asessor untuk memberikan potret dan continuous quality improvement bagi FMIPA Unila ke depan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama Rektor Unila Prof. Karomani mengatakan, meskipun agenda ini dilaksanakan secara daring, ia berharap tidak mengurangi maksud dan tujuan dalam upaya peningkatan kualitas secara sinergis, baik di tingkat program studi, fakultas, maupun institusi.
Program Studi Magister Kimia Unila adalah salah satu pilar kokoh produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah bagi FMIPA khususnya, dan Unila pada umumnya. Kiprah magister kimia dalam bidang pengabdian kepada masyarakat juga sangat responsif.
Hal ini terbukti lewat kampanye protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang dilakukan S2 Kimia bersama Jurusan Kimia FMIPA Unila melalui pembagian hand sanitizer gratis kepada warga Unila dan masyarakat sekitar kampus selama pandemi Covid-19.
Lebih lanjut, Karomani menjelaskan, dalam penjaminan mutu, Magister Kimia dan FMIPA menjadi bagian sistem penjaminan mutu internal yang dibangun berjenjang di Unila. Mulai dari tingkat universitas melalui Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), kemudian di tingkat fakultas melalui Tim Penjaminan Mutu Fakultas (TPMF), hingga tingkat program studi oleh Tim Penjaminan Mutu Program Studi (TPMP).
Di akhir, orang nomor satu di Unila ini berharap, para pimpinan fakultas, jurusan, dan program studi dapat mencermati masukan-masukan dari kedua asesor sehingga pertemuan ini menjadi agenda yang membawa berkah bagi semua pihak. [Humas/Riky]



