Olah Sampah, Unila Bantu Selamatkan Bumi

0
1328

(Unila): Masalah sampah adalah masalah yang masih belum bisa ditangani dengan baik. Masih banyak masyarakat tidak peduli terhadap lingkungan dan membuang sampah sembarang. Selain itu, masih kurangnya tempat pengelolaan sampah membuat sampah menumpuk dan mencemari bumi.

Banyaknya sampah dari rumah tangga, komersial, industri, dan kegiatan masyarakat Lampung dan masuk ke perairan Lampung mengakibatkan air menjadi tercemar, banjir, hingga menimbulkan penyakit.

Diperkirakan sampah di Lampung mencapai 7.200 ton per hari dan tidak seluruhnya dapat dikelola pemerintah. Banyak sampah mencemari perairan di sekitaran Provinsi Lampung, baik di sungai, pantai, maupun lautan.

Ofik Taufik Purwadi, S.T., M.T., selaku Kepala Badan Air dan Sanitasi (BPAS) di Unila mengungkapkan, dalam sehari Universitas Lampung bisa menghasilkan sampah 10,33 m3.

Untuk itu, Unila ingin membantu menyelamatkan bumi dengan mengelola sampah yang dihasilkan dari berbagai kegiatan di Universitas Lampung. Bantuan itu dengan mendirikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengelola sampah. 

Jika berhasil dengan baik cara pengelolaan sampah yang dilakukan Unila, maka tidak hanya bumi menjadi bersih dari sampah tetapi juga menjadi tempat penghasilan tambahan bagi Universitas Lampung.

Sampah-sampah yang dihasilkan Unila berupa daun-daun kering dan sisa-sisa makanan diolah menjadi kompos sedangkan untuk plastik dicacah dan dikeringkan, kemudian dapat dijual ke konsumen. 

Upaya yang dilakukan Unila dalam mengolah sampah adalah salah satu bentuk kepedulian Kampus Hijau terhadap lingkungan. Lingkungan tempat tinggal ini harus tetap dijaga agar lingkungan bersih hingga generasi selanjutnya. [Helviana]