Mahasiswa Teknik Unila Dukung Minat Membaca di Kalangan Remaja Melalui Program Duta Literasi

0
791

(Unila): Kurangnya minat membaca di kalangan remaja Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Fenomena ini dipengaruhi  banyak faktor, salah satunya kecanduan media sosial yang dialami banyak remaja di tanah air.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan ini, beberapa pihak berinisiatif mengampanyekan literasi pendidikan di Indonesia. Salah satunya Anastasia Citra Negara, seorang mahasiswi Fakultas Teknik (FT) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2022.

Anastasia berhasil lolos seleksi dan menjadi Duta Literasi Pendidikan Indonesia untuk Provinsi Lampung. Program ini diselenggarakan Literasi Psikologi Indonesia (@literasipsikologi.id) sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan kreatif dan inovatif.

Anastasia mengungkapkan motivasinya dalam mengikuti program ini. “Saya ingin berkontribusi dalam meningkatkan minat membaca di masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Saya percaya setiap langkah yang kita ambil, setiap usaha yang kita lakukan, haruslah menciptakan dampak positif bagi orang lain,” katanya.

Proses seleksi Duta Literasi Pendidikan Indonesia berlangsung mulai 10 hingga 26 Juni dan meliputi seleksi berkas, tes tertulis, dan wawancara. Anastasia menambahkan, ia tertantang untuk mengikuti program ini karena ingin belajar lebih banyak tentang literasi dan pendidikan.

Anastasia juga menyampaikan fakta mengejutkan tentang kondisi IQ penduduk Indonesia. Menurut data dari katadata.co.id, rata-rata IQ penduduk Indonesia hanya 78, jauh di bawah rata-rata dunia yang mencapai 110. Indonesia juga menjadi negara dengan IQ terendah kedua di antara negara-negara ASEAN.

Mahasiswi angkatan 2022 ini menilai, kurangnya minat membaca di kalangan masyarakat menjadi salah satu penyebab utama dari kondisi ini. Ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang menganggap membaca sebagai pemborosan waktu semata.

Fenomena ini semakin diperkuat perkembangan teknologi informasi yang pesat, di mana buku tidak lagi menjadi media utama untuk mendapatkan informasi. Remaja lebih cenderung menggunakan media sosial daripada membaca buku untuk memperoleh pengetahuan.

Anastasia menilai situasi ini sangat mengkhawatirkan karena akan membuat Indonesia tertinggal dan kesulitan bersaing secara global di masa depan. Namun, sebagai seorang mahasiswa teknik elektro, hal ini tidak menghalanginya untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Sebagai Duta Literasi Pendidikan Indonesia, Anastasia memiliki tekad kuat untuk meningkatkan minat membaca di kalangan masyarakat melalui program kreatif dan inovatif yang ia miliki.

Salah satu program yang digagasnya bernama PINTAR (Program Intensif untuk Tingkatkan Literasi), di mana ia akan melakukan kampanye ke berbagai sekolah, desa-desa, dan tempat umum untuk menyediakan buku-buku koleksi yang dapat diakses masyarakat.

Program itu ia inisiasi bekerja sama dengan komunitas sukses Busa Pustaka yang merupakan komunitas sukses bergerak di bidang literasi anak-anak di Provinsi Lampung.

Kisah Anastasia Citra Negara menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda, untuk aktif berkontribusi dalam masyarakat dan memberikan dampak positif, khususnya dalam upaya memajukan pendidikan di Indonesia.*

[Reporter: Magang_Mahdiyyan Fadillah / Editor: Siti Nuryani]