(Unila): Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Tari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar pementasan tari kontemporer “QUADRISE” yang berlangsung di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Lampung pada Selasa, 23 Juni 2026.

Pementasan ini mengusung tema “Grow and Moving Up”, yang menggambarkan proses pertumbuhan, perkembangan, serta semangat mahasiswa untuk terus bergerak maju dalam perjalanan berkesenian dan berkarya.

Melalui tema tersebut, penonton diajak melihat bagaimana proses kreatif dalam seni tari terus berkembang. Setiap karya yang ditampilkan menjadi representasi perjalanan mahasiswa dalam bertumbuh, bereksplorasi, dan melampaui batas kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.

Nama “QUADRISE” merupakan gabungan dari kata “QUADRA” dan “RISE” yang melambangkan semangat untuk bangkit, bertumbuh, dan menghadirkan karya yang lebih baik.

Pementasan ini merupakan luaran akademis mata kuliah Koreografi Non-Tradisi mahasiswa Pendidikan Tari angkatan 2023 yang terhimpun dalam Tara Production. Pementasan menampilkan empat karya koreografi non-tradisi, yaitu “Just a Jas”, “Resta Tanda Tanya”, “Medoesta”, dan “Ndayu”.

“Melalui keempat karya yang disajikan, kami ingin menunjukkan bahwa proses kreatif dalam seni tari tidak pernah stagnan. Tubuh, pengalaman, dan gagasan akan terus bertumbuh serta bergerak maju seiring perjalanan seorang seniman,” ujar perwakilan tim produksi.

Seluruh mahasiswa Pendidikan Tari dari berbagai angkatan serta alumni turut terlibat sebagai koreografer, penari, dan tim produksi. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Program Studi Pendidikan Tari, dosen pengampu mata kuliah Koreografi Non-Tradisi, media partner, serta sponsor.

Pementasan turut dihadiri oleh dosen tari dan dosen musik sebagai penilai akademik sekaligus kritikus seni, media partner, sponsor, keluarga, serta sahabat para koreografer dan penari. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pengampu Mata Kuliah Koreografi Non-Tradisi, Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari, S.Sn., M.Sn.

Proses penggarapan karya berlangsung selama satu semester, mulai dari pengembangan konsep, eksplorasi gerak, penyusunan komposisi, hingga tahap pementasan. Selama proses tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi penari dan koreografer, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengelola sebuah produksi pertunjukan secara profesional.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta pengalaman mengelola pertunjukan secara profesional, sehingga mampu mendukung kesiapan mereka dalam berkarya di dunia seni pertunjukan. [Magang_Yeshicha Indah Cahyani]