Mahasiswa Pendidikan Seni Tari FKIP Runner Up Rhythm of Asia Dance Festival International 2026

0
30

(Unila): Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (JPBS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) dengan berhasil meraih posisi Runner Up dalam ajang International Rhythm of Asia Dance Festival yang diselenggarakan oleh Gayatri Academy Singapore, pada 9–11 Januari 2026 di Singapore.

Tim tersebut terdiri atas Gading Husain, Dewinta Ramadani, Rindang Pranawi Mustari Putri, Hani Alifah, dan Wisnu Rahmad Dani, yang didampingi dosen penanggung jawab, Lora Gustia Ningsih, S.Sn., M.Sn.

Ajang Rhythm of Asia Dance Festival International ini merupakan kompetisi tari internasional yang mempertemukan berbagai tim dari sejumlah negara di Asia. Festival ini tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga wadah pertukaran budaya, kreativitas, serta pengalaman antarpenari dari berbagai latar belakang budaya.

Salah satu anggota tim, Dewinta Ramadani, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk mencoba tantangan baru sekaligus membuktikan generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat Internasional.

“Kami ingin membawa nama daerah, Indonesia, dan kampus agar lebih dikenal melalui karya tari yang kami tampilkan,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, tim ini membawakan karya tari berjudul Hulubalang yang mengangkat tentang semangat, identitas, dan kekuatan budaya Lampung dalam balutan konsep modern.

Melalui karya tersebut, tim ingin menunjukkan bahwa unsur tradisi dapat dipadukan dengan koreografi modern tanpa kehilangan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Sebelum tampil di panggung internasional, karya yang dibawakan terlebih dahulu melalui proses kurasi. Setelah dinyatakan lolos, para anggota tim menjalani latihan intensif yang mencakup pendalaman koreografi, teknik, ekspresi, hingga membangun kekompakan antarpersonel.

Menurut Dewinta, tantangan terbesar selama persiapan adalah menjaga konsistensi latihan serta membagi waktu antara perkuliahan dan aktivitas lainnya. Tekanan untuk memberikan penampilan terbaik setelah lolos tahap kurasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.

Meski sempat merasa lelah akibat padatnya latihan, semangat untuk terus bertahan menjadi motivasi utama mereka. Dukungan dari berbagai pihak turut memberikan energi positif bagi tim selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.

“Kami mendapat banyak dukungan, salah satunya dari Dekan FKIP Unila, Bapak Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., yang memberikan motivasi kepada tim kami. Selain itu, ada juga dukungan dari sponsor dan berbagai pihak lainnya,” ucapnya.

Keberhasilan meraih posisi Runner Up menjadi momen yang paling berkesan bagi mereka. Pencapaian tersebut dianggap sebagai hasil dari kerja keras, disiplin, pengorbanan waktu dan tenaga, serta kekompakan yang terus dijaga selama proses latihan.

Dewinta menambahkan bahwa kekuatan utama timnya terletak pada chemistry, energi, dan kesungguhan saat tampil di atas panggung. Timnya tidak hanya berusaha menampilkan teknik tari yang baik, tetapi juga menyampaikan emosi dan pesan kepada penonton.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa proses, konsistensi, dan kerja keras dapat membawa mahasiswa meraih kesempatan hingga tingkat internasional. Pengalaman tersebut juga memberikan banyak pembelajaran mengenai disiplin, kerja sama tim, dan rasa percaya diri dalam menghadapi panggung internasional.

Melalui pencapaian ini, Dewinta berharap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Pendidikan Tari, untuk terus berani mencoba dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan potensi di bidang seni.

“Jangan takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Setiap proses pasti memiliki tantangan, tetapi jika dijalani dengan konsisten dan sungguh-sungguh, kesempatan untuk meraih prestasi akan selalu ada,” tutup Dewinta. [Magang_Rina]

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

67 − 65 =