(Unila): Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) periode satu tahun 2026 sukses melaksanakan program kerja Sosialisasi dan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dan Sampah Pasar dengan Teknologi Aqua Plus, pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Margorejo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
Program kerja tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap permasalahan pengelolaan limbah organik rumah tangga dan sampah pasar yang belum optimal.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta berdampak pada kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa KKN Unila berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Margorejo mengenai pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair (POC) dengan metode yang praktis dan efisien.
Program ini diinisiasi oleh Tim KKN Desa Margorejo yang terdiri atas Fiqri Fauzan (Kimia), Ahmad Syauqy (Ilmu Hukum), Yolanda Angelina (Farmasi), Arvilla Az-zahra (Ilmu Hukum), Salsa Nabila (Ilmu Hukum), Amanda Rahmawati (Manajemen), Krisna Darmawan (Ekonomi Pembangunan), Salwa Asiva (Perikanan dan Kelautan), Marsha Adelia (Ilmu Pemerintahan), Rafi Dwi (Administrasi Bisnis), Anisa Sabrina (Kedokteran), Novitasari (Ilmu Hukum), Putri Azzahra (Perikanan dan Kelautan), Mifta Huljannah (Teknik Lingkungan), serta Dionsus Andika (Peternakan), di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Igit Sabda Ilman, S.Kom., M.Cs.
Sosialisasi menghadirkan pemateri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jurusan Kimia Unila, yaitu Dr. Syaiful Bahri, S.Si., M.Si., Dr. Yuli Ambarwati, S.Si., M.Si., Dr. Sonny Widiarto, S.Si., M.Sc., Hapin Afriyani, S.Si., M.Si., dan Devi Nur Anisa, S.Pd., M.Sc. Kegiatan ini turut melibatkan perangkat desa, kelompok tani, serta mahasiswa KKN Desa Margorejo.
Pada kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan teknologi Aqua Plus, yaitu formulasi khusus yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman melalui media cair.
Teknologi ini umumnya dipadukan dengan unsur hara mikro, asam humat, asam fulvat, serta mikroba baik. Metode Aqua Plus dipilih karena mampu mempercepat proses pengolahan limbah organik tanpa memerlukan proses fermentasi yang panjang, sehingga lebih mudah diterapkan oleh masyarakat dalam kegiatan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi oleh dosen pemateri mengenai pengelolaan limbah organik dan manfaat pupuk organik cair. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair menggunakan teknologi Aqua Plus dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.
Pada sesi demonstrasi, masyarakat diperlihatkan proses pembuatan lindi dari sampah organik berupa sayuran dan buah busuk yang dihancurkan serta diperas secara manual. Lindi tersebut selanjutnya diolah menjadi pupuk organik cair dengan mencampurkan bahan organik cair, bahan pendukung alami, dan stimulan sesuai dengan perbandingan yang telah ditentukan.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pupuk organik cair berbasis Aqua Plus mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi, serta memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Selain itu, peserta kegiatan memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat baik dan menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Masyarakat berharap inovasi pengolahan sampah organik dengan teknologi Aqua Plus dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Tim KKN Desa Margorejo juga berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi desa, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih asri serta mendukung pertanian yang ramah lingkungan. [Magang_Yuki Haniyah]



