Mahasiswa KKN Hadirkan Pesapir Tekan Pengeluaran Rumah Tangga

0
25

(Unila): Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program kerja sosialisasi Pelatihan dan Pembuatan Sabun Cuci Piring (Pesapir), di Balai Pekon Sinarwaya, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Kamis, 22 Januari 2026.

Kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi masyarakat Pekon Sinarwaya yang masih bergantung pada penggunaan sabun cuci piring pabrikan yang dibeli di toko dengan harga relatif mahal apabila digunakan secara rutin.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa menghadirkan Program Pesapir sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan produksi mandiri berbasis rumah tangga guna menekan pengeluaran rumah tangga.

Program ini diinisiasi Kelompok KKN Pekon Sinarwaya, yang beranggotakan Nabil Hidayat, Fajrina, Amellia Putri, Sella Azelia, Gustaf Triyoga, Fatimahtuzzahra, Nadya Rahma, Dzaki Iqbar, Nadia Inggriani, dan Syifa Nailah.

Amelia selaku penanggung jawab menjelaskan, pembuatan sabun cuci piring ini menggunakan bahan utama berupa Texapon sebagai bahan pembersih, SLS untuk meningkatkan daya bersih dan busa, serta garam (NaCl) sebagai bahan pengental, yang dilengkapi dengan air, pewarna, dan pewangi.

Proses pembuatan dirancang secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan secara mandiri oleh masyarakat. Meskipun terdapat kendala pada saat pelarutan Texapon yang relatif lama, kegiatan tetap berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Masyarakat menunjukkan rasa penasaran terhadap bahan-bahan yang digunakan serta terlibat langsung dalam praktik pembuatan sabun cuci piring. Melalui program Pesapir ini, masyarakat mampu memproduksi sabun cuci piring secara mandiri dengan kualitas layak pakai dan biaya yang lebih murah dibandingkan produk pabrikan.

Dalam satu kali produksi menggunakan 1 kilogram Texapon, sabun yang dihasilkan dapat mencapai sekitar ±16 liter, sehingga mampu mengurangi pengeluaran rutin dan meningkatkan efisiensi ekonomi rumah tangga.

Selain untuk kebutuhan pribadi, program ini juga berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan. Produksi sabun cuci piring kemasan lokal dapat dipasarkan di warung-warung serta dikembangkan melalui variasi aroma dan warna.

Harapannya, Pesapir dapat menjadi peluang usaha masyarakat dengan didukung pemerintah pekon sebagai UMKM dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. [Magang_Rina]