(Unila): Livia Sanalin, mahasiswi semester lima jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lampung (Unila), bersama tim Kampus Mengajar angkatan 8 SMP Yamama, mengadakan kunjungan edukatif ke Museum Ruwa Jurai, Lampung, pada Jumat, 22 November 2024.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 wib hingga 11.00 wib ini menjadi salah satu program kerja yang bertujuan memperkenalkan sejarah dan budaya Lampung kepada para siswa.
“Kami ingin para peserta didik memahami sejarah tempat mereka tinggal dan tumbuh, yaitu Provinsi Lampung. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya menanamkan rasa toleransi bersuku, terutama bagi siswa yang bukan berasal dari suku Lampung, agar mereka bisa menghargai dan mencintai keberagaman budaya,” ungkap Livia.
Perjalanan dimulai dari SMP Yamama, di mana para siswa dan tim Kampus Mengajar angkatan delapan berangkat bersama menggunakan kendaraan mobil menuju museum.
Setibanya di Museum Ruwa Jurai, mereka disambut dengan berbagai koleksi bersejarah yang memuat nilai-nilai penting mengenai adat istiadat, kehidupan masyarakat Lampung, dan kekayaan dari benda-benda bersejarah, dimulai dari masa prasejarah, Hindu-Buddha dan logam.
“Sebagai mahasiswa pendidikan sejarah, saya merasa penting untuk mengenalkan para siswa pada kekayaan budaya daerah mereka,” tuturnya.
Menurutnya museum adalah ruang belajar yang nyata dan tepat, tempat mereka bisa melihat langsung bukti sejarah dan merasakan kedekatan dengan masa lalu.
Para siswa tampak antusias selama kunjungan. Mereka aktif bertanya, mencatat informasi, dan menikmati penjelasan yang diberikan Livia dan rekan-rekan. Salah satu siswa bahkan mengungkapkan rasa bangganya terhadap budaya Lampung. “Kami merasa sangat beruntung bisa melihat koleksi museum ini,” ujarnya.
Kegiatan ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi Livia dan tim. “Melalui kegiatan ini, saya berharap semakin banyak pihak, baik mahasiswa, guru, maupun masyarakat umum, yang tergerak untuk mengenalkan sejarah dan budaya lokal kepada generasi muda.
Hal tersebut menurutnya penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri dan mendorong mereka untuk melestarikannya.
Kunjungan ke Museum Ruwa Jurai ini menjadi pengalaman berharga, baik bagi para siswa maupun tim Kampus Mengajar angkatan delapan SMP YAMAMA.
Tidak hanya menambah wawasan, kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai akar budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa. Diharapkan semakin banyak siswa yang sadar akan pentingnya menjaga dan menghargai sejarah serta budaya lokal Lampung. [Rilis]
