M Fathi Maulana Peringkat 1 INASA Word Clash University Edition

(Unila): Muhammad Fathi Maulana, mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi Universitas Lampung (Unila) angkatan 2024, berhasil meraih peringkat 1 pada kompetisi INASA Word Clash University Edition. Sebelumnya, Fathi juga pernah menorehkan prestasi pada bidang Scrabble, yakni Juara 7 Nasional pada The 2nd Tiles Battles Indonesia Australia Scrabble (INASA) serta Juara 3 Divisi C pada INASA 4th Tiles Battle.

INASA Word Clash University Edition merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesia Australia Scrabble Academy (INASA) bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bahasa Inggris di Unila, yaitu Economics’ English Club (EEC), English Society (ESo), dan SEEDS. Sebelum perlombaan dimulai, peserta mengikuti sesi tutoring singkat yang kemudian dilanjutkan dengan mini tournament.

Fathi mengaku baru mengetahui informasi mengenai kompetisi tersebut sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan lomba. Dengan waktu persiapan yang terbatas, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kompetisi ini merupakan perlombaan tingkat universitas dengan kategori umum, berbeda dengan kompetisi Scrabble pada umumnya yang dibagi berdasarkan divisi sesuai rating peserta.

Fathi mengetahui informasi mengenai perlombaan tersebut dari kakak tingkat di Economics’ English Club (EEC). Ia tertarik mengikuti kompetisi ini untuk mengasah kemampuan bermain Scrabble sekaligus menerapkan pengalaman yang telah diperoleh dari kompetisi sebelumnya setelah belum berhasil meraih kemenangan pada perlombaan di Universitas Darmajaya.

Selama masa persiapan, EEC mengadakan internal training bagi anggota yang akan mengikuti perlombaan. Dalam pelatihan tersebut, peserta bermain Scrabble melalui platform Woogles untuk melihat performa permainan, kemudian memperoleh evaluasi berdasarkan hasil yang dicapai. Selain itu, Fathi juga berlatih dengan bermain melawan bot di Woogles sebagai pemanasan sebelum kompetisi.

Pada perlombaan ini, peserta mengikuti mini tournament yang terdiri atas tiga ronde. Sistem penilaian menggunakan Australian Draw, yaitu sistem pairing yang menyesuaikan lawan berdasarkan perolehan skor setiap ronde. Pada ronde pertama lawan ditentukan secara acak, sedangkan ronde berikutnya ditentukan berdasarkan hasil pertandingan sebelumnya.

Menurut Fathi, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah gaya bermain yang masih perlu dikembangkan, mulai dari penguasaan kosakata yang terbatas, placing yang belum konsisten, hingga masih adanya blunder saat bermain. Untuk mengatasinya, ia rutin berlatih bersama kakak tingkat di EEC agar memperoleh evaluasi terhadap permainannya. Ia juga menghafalkan bingo stem atau kombinasi kata tujuh huruf dengan nilai tinggi, serta pola double letter dan triple letter yang menjadi kelemahannya.

Selain memperoleh pengalaman bertanding, Fathi juga berkesempatan berkenalan dengan anggota ESo, SEEDS, serta para tutor INASA. Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk mengikuti kompetisi Scrabble lainnya.

Fathi juga mengungkapkan bahwa EEC memberikan dukungan selama proses persiapan melalui pelatihan internal, feedback terhadap hasil latihan, serta dukungan moral dengan mendampinginya selama perlombaan berlangsung. Melalui prestasi yang diraihnya, Fathi berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mengikuti kompetisi dan menikmati setiap proses yang dijalani.

“Kalau kalian sedang mempersiapkan diri untuk lomba, dibawa santai aja, jangan terlalu tegang, khususnya kalau itu lomba pertama kalian. Karena semakin sering kalian ikut lomba, mental kalian akan terbentuk, confidence kalian akan muncul, dan prestasi kalian pasti menyusul. Semoga industri Scrabble ini bisa berkembang di Lampung, agar Scrabble bisa dilombakan dalam skala yang lebih besar,” ujarnya. [Magang_Shalu Munadiyan]