(Unila): Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (BEM FMIPA Unila) menggelar Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) dengan menghadirkan Wakil Walikota Bandarlampung Tobroni Harun dan Rektor Universitas Malahayati Muhammad Khadafi, Sabtu-Minggu (11-12/4).
Ketua Pelaksana LKMM-TD FMIPA Unila Wahyudi mengatakan, kemampuan kepemimpinan dan manajemen sudah selayaknya sejak dini ditanamkan kepada mahasiswa sebagai agent of change yang akan melanjutkan estafet pembangunan daerah dan negaranya.
Melalui kegiatan yang dihadiri lebih dari seratus mahasiswa FMIPA ini diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa sebagai syarat apabila akan menduduki kepengurusan pada organisasi-organisasi di kampus. Untuk itu pihaknya menghadirkan birokrat dan akademisi guna melakukan transfer knowledge atas pengalaman-pengalaman mereka selama memimpin.
Dalam kesempatan itu Tobroni menyampaikan, persyaratan menjadi pemimpin adalah harus memiliki nilai mental dan kemampuan komparatif. Nilai-nilai ini harus menjadi dasar bagaimana seseorang menjadi pemimpin. Selain itu, gaya kepemimpinan situasional menjadi hal yang sangat dibutuhkan saat ini.
“Kepemimpinan situasional akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan memberikan solusi untuk mengerakkan visi misi pemimpin,” imbuhnnya.
Tobroni mengimbau, mahasiswa mulai saat ini harus menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin sehingga akan lahir pemimpin yang benar-benar siap menghadapi tantangan ke depan, bukan pemimpin yang lahir secara instan akibat spontanitas dan pencitraan.
Terpisah Muhammad Khadafi menuturkan, mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang mampu membaca fenomena-fenomena di sekitar lingkungannya. “Kritisme seorang mahasiswa akan berjalan jika mampu membaca fenomena yang terjadi di lingkungannya, baik ketidaksesuaian kebijakan
pemerintah ataupun fenomena lain,” pungkasnya.[]