LAUT Indonesia kaya potensi kekayaan alam. Kemaritiman harus menjadi pilihan di masa depan. Kondisi geografis Indonesia amat lah menunjang pengembangan bidang maritim. Karena itu, generasi muda di masa mendatang harus mampu menguasai bidang maritim.
Demikian benang merah yang disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Ade Supandi, S.E., M.A.P., kepada puluhan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) dalam Kuliah Umum bertema Kebangkitan Generasi Muda Maritim Indonesia di Aula Fakultas Pertanian Kampus Hijau kemarin, Senin (11/1).
“Mahasiswa adalah agent of change. Sudah tidak jamannya lagi lagu nenek moyangku orang pelaut. Tapi kita semua adalah pelaut. Lagu itu cukup jadi kenangan masa lalu saja. Generasi muda sekarang harus menguasai kelautan. Terlebih, ini prioritas kebijakan pemerintah sekarang,” ujarnya.
Ia mengatakan, peningkatan aktivitas global di sektor maritim terus meningkat. Bangsa ini ingin menjadi poros maritim dunia. Karena itu paling tidak ada lima pilar yang harus dikuasai dalam mendukung program tersebut. Antara lain budaya umum maritim, sumberdaya laut, infrastruktur, konektivitas maritim, diplomasi maritim, dan kekuatan pertahanan maritim.
“Arti penting laut adalah penghubung antarpulau, sumber potensi kekayaan alam, media transportasi, media pertahanan negara, hingga media pengembangan pengaruh.”
Pembangunan kembali budaya maritim menurutnya membutuhkan peran pendidikan. Bahkan peran ini begitu sentral karena pengembangan bidang maritim membutuhkan tenaga profesional, semisal wirausaha dan pariwisata. “Potensi maritim kita belum tergali karena fokus pada kedaulatan pangan dan perikanan,” kata dia.[Inay]
