
Staf akademik FEB Unila, peraih predikat Karyawan Terbaik Universitas Lampung 2013.
(Unila) : Perubahan pelayanan prima dan bermutu yang digadang-gadang Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) tentu harus didukung semua pihak. Dukungan paling besar tentu dari karyawan yang memang merupakan pelaksana tugas sehari-hari. Karena, sertifikat ISO untuk pelayanan prima yang telah diraih FEB tak akan pula berarti tanpa kerja keras semua pihak.
“Pelayanan prima dan bermutu selalu terus kami perbaiki. Sebagai karyawan, kami hanya coba melakukan yang terbaik yang telah dirumuskan fakultas, baik pelayanan akademik maupun non-akademik,” ungkap Sahidin, SE., staf akademik FEB Unila yang juga meraih predikat Karyawan Terbaik Universitas Lampung 2013.
Menurut Sahidin, pelayanan semua aspek untuk mahasiswa memang jadi suatu keharusan, apalagi pelayanan pada proses perkuliahan dan ujian (akademik). “Sistem ujian yang diterapkan FEB sebenarnya didesain untuk memudahkan mahasiswa dan pengawas ujian. Penerapan pada tahun-tahun awal memang butuh sosialisasi, namun kini sudah bisa diimplementasikan dengan baik seluruh sistem dan prosesnya,” ungkapnya.
Apalagi, kini semua sistem di FEB sudah dirubah dari manual menjadi komputerisasi. Perbaikan sudah dilakukan disemua lini. Sistem akademik (terutama sistem ujian) sangat menentukan proses belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan. Menurut Sahidin, dalam penilaian, dosen sudah memiliki standar sendiri dengan aturan akademik, jadi tidak ada namanya ‘nilai tembak’.
“Kami juga punya dokumentasi soal, karena dosen menyerahkan semua soal yang akan diujikan kepada tim penjaminan mutu. Jadi, semua kami yang memfasilitasi, semua dimudahkan,” terang Sahidin. Tim juga melakukan evaluasi sistem, membuat kuesioner, dan perbaikan sistem yang dirasa masih kurang.
“Upaya perbaikan pelayanan yang dilakukan pihak fakultas sudah baik, secara keseluruhan (akademik dan non-akademik) sudah baik,” ungkap Dila Mutiara Sari, mahasiswi Jurusan Akuntansi ’10 yang juga menjadi mahasiswi terbaik FEB 2013. Ia mengatakan pula bahwa sistem perbaikan pelayanan yang dilakukan FEB adalah untuk melatih mahasiswa mengetahui tentang prosedur, agar lebih tertata.
Adanya reward dan punishment yang masuk akal juga menurutnya baik untuk semua pihak. Namun, ia juga menyayangkan masih adanya sosialisasi yang belum menyeluruh ke mahasiswa. “Seluruh karyawan sudah bisa menjalankan sistem yang baru dengan baik, namun perbaikan ke depannya harus terus dilakukan. Penerimaan mahasiswa di FEB juga kini sudah sangat selektif dan kompetitif. Hal ini menunjukkan kualitas mahasiswa FEB,” pungkas Dila.
Ira Puspita yang juga mahasiswi Jurusan Akuntasi ’10 mengamini Dila. Menurutnya sistem baru yang sedang dijalankan ini sudah sangat ideal. Semua pihak (mahasiswa, dosen, dan karyawan) harus menjalankannya dengan disiplin. “Setiap unit kerja juga sudah memiliki bagian gedung masing-masing, sehingga tidak ada rangkap tugas,” tukasnya.
Ia juga mengatakan saat ini jika mahasiswa ingin mengurus administrasi sudah mudah dan cepat. “Misalnya surat keterangan atau untuk kepentingan mengurus beasiswa, semuanya mudah asal sudah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan,” tambahnya. Penataan ruang untuk unit kegiatan mahasiswa juga menurutnya sudah baik dan memadai.[] Andro