
(Unila) : Kansai University of International Studies (KUIS) sosialisasikan Asian Cooperative Program (ACP) di Universitas Lampung (Unila). Sosialisasi dilakukan langsung President of Kansai University of International Studies Prof. Atsushi Hamana, Ph.D., di ruang sidang senat Rektorat, Selasa (12/8). Pertemuan dihadiri pembantu rektor I, kepala kantor urusan internasional, dosen dan dekan di lingkungan Fakultas Pertanian, FKIP, dan FEB Unila.
Kepala Kantor Urusan Internasional Unila Prof. Dr. Ir. Cipta Ginting, M.Sc., mengatakan, pertemuan antara Unila dan KUIS ini masih dalam tahap pengembangan program. Pihak Kansai University dalam kunjungan ini ingin memperkenalkan Asia Cooperative Program Consortium di bidang pertukaran standar kurikulum, berbagi bahan ajar seni liberal, bisnis global, pendidikan secara umum, serta manajemen keselamatan (program khusus). Dan program ini, kata dia, masih berkembang dengan 12 perguruan tinggi dari beberapa negara Asia.
“Mereka juga masih menunggu ide-ide untuk memperkaya program ini. Program ACP ini tergolong baru dan kita akan ditawarkan untuk menjajaki kerja sama dengan Kansai University. Di Indonesia sendiri hanya empat universitas yang ditawarkan yakni ITB, UGM, Universitas Brawijaya, dan Unila,” ujarnya.
Dosen Fakultas Pertanian ini memaparkan, akan ada banyak manfaat yang diperoleh dengan kerja sama ini. Secara umum, program internasionalisasi mampu memberikan pengembangan wawasan internasional terutamaa bagi mahasiswa S-1. Selain khusus, Provinsi Lampung beserta budayanya, melalui Unila juga dapat dikenal melalui penjajakan kerja sama ini.
“Sebenarnya manfaatnya sangat berharga dan praktis, kita mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Termasuk juga proses pembelajaran di kampus. Itu kan hal-hal yang gampang secara teori tetapi sulit dalam hal praktik,” paparnya.
Staf Kantor Urusan Internasional Unila Mudji Rachmat Ramelan, S.E., MBA., menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari pertemuan antara Dekan FEB Unila dengan Presiden Kansai, di Tokyo beberapa waktu lalu. Program ini juga disupport oleh MEXT di Jepang. Program yang ditawarkan Kansai University bisa diakomodasi oleh semua fakultas di Unila karena sifatnya general education.
“Unila mungkin dinilai serius menanggapi program ACP. Pada November ini kita akan melakukan pertemuan lagi. Nantinya program ini akan dibentuk semacam konsorsium besar dari beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Jadi kerja sama ini bukan hanya di Kansai tapi juga dari negara-negara lain. MoU rencananya ditargetkan akhir September,” imbuhnya.[] Inay