(Unila): Bulan Ramadan adalah bulan mulia yang dipilih Allah subhanahu wa ta’ala untuk diturunkan Alquran pertama kali sebagai petunjuk umat manusia sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat Albaqarah ayat 185. Di bulan ini Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan satu kemuliaan bernama Lailatul Qadar yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya.
Bulan Ramadan juga merupakan satu bulan yang banyak dipuji Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam di dalam hadis-hadisnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menghargai orang-orang yang mulutnya bau karena tidak minum dan makan sejak pagi hingga sore.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi daripada minyak kasturi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Beribadah di bulan Ramadan dalam masa pandemi Covid-19 tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi umat muslim. Selain keimanan dan ketakwaan yang harus ditingkatkan, menjalani bulan ini selama pandemi harus juga dibekali dengan ilmu agar dapat menyikapi kondisi yang terjadi.
Untuk mempersiapkan diri menyambut bulan mulia dan penuh ampunan tersebut, Darmawanita Persatuan Unila unsur KPA menggelar pengajian rutin dengan mengangkat tema “Tingkatkan Ilmu, Iman, dan Taqwa dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19”.
Dengan menghadirkan penceramah Ustaz Hafi Suyanto, para jamaah yang hadir dibekali pemahaman tentang cara meningkatkan ilmu, iman, dan takwa, dalam mempersiapkan diri menuju bulan Ramadan.
Dalam tausiahnya, Ustaz Hafi mengatakan, peningkatan ilmu dibagi menjadi dua yakni tentang Covid-19 dan tentang bulan Ramadan. Ilmu Covid-19 yang dimaksud antara lain memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar itu benar. Maka dari itu umat muslim tidak boleh langsung menerimanya mentah-mentah.
Islam punya panduan dalam menyikapi informasi yang beredar yakni dengan cara memeriksa atau mengonfirmasi kebenarannya. Informasi tentang Covid-19 perlu disikapi dengan bijak sehingga tidak menimbulkan stres. Kemudian umat muslim hendaknya tidak meremehkan pandemi Covid-19 dengan menganggapnya tidak ada, namun diharapkan juga tidak membesar-besarkannya.
“Ini ilmu tentang Covid-19 dan insyaallah dengan semakin meredanya ini kita bisa beraktivitas seperti biasa. Seandainya tetap dibatasi jangan sampai melemahkan semangat kita untuk mengisi Ramadan,” kata ustaz Hafi di depan para anggota Darmawanita Unila yang hadir di ruang pelantikan lantai empat Rektorat, Jumat, 18 Maret 2022.
Sementara untuk meningkatkan ilmu tentang Ramadan, umat muslim hendaknya menjalankan ibadah sebagaimana mestinya serta meningkatkan pula semangat beribadah. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana membangun semangat beribadah tanpa dibarengin keinginan untuk merusaknya.
Ada sekelompok muslim yang dapat doa buruk dari malaikat Jibril dan diaminkan oleh Rasulullah yaitu mereka orang-orang yang bertemu bulan Ramadan tapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Mereka tersebut adalah orang yang mengaku muslim tapi tidak mau puasa atau berpuasa bukan karena Allah subhanahu wa ta’ala, tidak disertai dengan ilmu dan tidak mau belajar, serta orang yang merusak puasa dengan hawa nafsunya.
Lebih lanjut terkait peningkatan iman dan takwa, ustaz Hafi mengungkapkan, meningkatkan iman berarti meyakini enam rukun iman khususnya iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Meyakini selama bulan Ramadan ada aturan-aturan yang hanya bisa ditangkap dan dikerjakan oleh orang beriman dengan puncaknya yakni satu malam yang lebih baik dari seribu bulan atau yang disebut dengan lailatul qadar.
Terakhir, meningkatkan takwa. Orang yang bertakwa artinya menjadi orang yang dipenuhi dengan kehati-hatian seperti yang sudah diajarkan dalam bulan Ramadan. Orang yang bertakwa puncaknya adalah takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala baik dalam keadaan sendiri maupun sedang bersama-sama orang lain. Takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan menjadi obat mujarab untuk menghindari perbuatan-perbuatan tercela karena CCTV paling tinggi adalah takwa.
“Maka tiga hal itu kalau kita tingkatkan, masyaallah. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir secepatnya dan seandainya masih ada sisa-sisa sedikit, itu tidak mengurangi semangat kita untuk mengisi bulan Ramadan dengan ibadah,” katanya.
Pengajian rutin Darmawanita Persatuan Unila insur KPA dibuka dengan sambutan Ketua DW UP KPA Siti Romelah, S.P., M.Si. Pengajian ini dihadiri seluruh anggota DW Unila di lingkungan kampus. [Humas/Angel]




