(Unila): Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan (Himasylva) Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian alam melalui aksi lingkungan bertajuk Sylva for Community (SFC) 2026.
Kegiatan ini dipusatkan di wilayah pesisir Kelurahan Panjang Selatan dan Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Minggu, 7 Juni 2026.
Agenda yang diinisiasi Bidang IV Komunikasi, Informasi, dan Pengabdian Masyarakat Himasylva ini mengusung program kerja kolaboratif berupa aksi bersih sungai, pembersihan kawasan pesisir, serta penanaman pohon.
Langkah ini diambil sebagai respons konkret mahasiswa dalam menanggulangi pencemaran limbah sampah di area muara dan pesisir kota.
Menariknya, Sylva for Community 2026 kali ini merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Himasylva Unila dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dalam mendukung Program Indonesia’s FOLU Net Sink.
Agenda ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan RI, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparatur kelurahan setempat.
Aksi lingkungan ini dihadiri dan ditinjau langsung sejumlah pimpinan dan akademisi Unila, di antaranya Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si., Ketua Jurusan Kehutanan Dr. Bainah Sari Dewi, S.Hut., M.P., IPM., serta Guru Besar Kehutanan Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.
Turut mendampingi Dosen Kemahasiswaan Inggar Damayanti, S.Hut., M.Si., dan Intan Fajar Suri, S.Hut., M.Sc.
Sebanyak 125 peserta lintas sektor yang berasal dari tiga perguruan tinggi dan sepuluh program studi berbeda turun langsung ke lapangan. Bersama para relawan dan warga sekitar, seluruh peserta menyusuri bantaran sungai dan garis pantai untuk memilah serta mengumpulkan sampah.
Dari aksi bersih pesisir tersebut, tim berhasil mengangkut lebih dari 2 ton sampah yang didominasi oleh limbah plastik, tekstil, organik, kaca, hingga logam. Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diserahterimakan kepada dinas terkait untuk diangkut menuju tempat pemrosesan akhir.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 100 bibit tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau pohon multiguna yang tersebar di sembilan titik lokasi strategis Kecamatan Panjang.
Penanaman pohon jenis ini diproyeksikan mampu memberikan fungsi ekologis seperti penghijauan dan pencegahan erosi pantai, sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi warga saat memasuki masa panen buahnya kelak.
Melalui Sylva for Community 2026, Himasylva Unila tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan secara fisik, melainkan juga berupaya memantik kesadaran kolektif masyarakat urban akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Sinergi kuat antara insan akademis, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan hidup yang sehat, asri, dan lestari secara berkelanjutan [Daffa Alsa]



