Hibah Kompetitif Jadi Solusi Minimnya Dana Riset‏

0
1097

(Unila) : Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung (LP Unila) Dr. Eng. Admi Syarif, menilai sumber dana hibah kompetitif dapat menjadi solusi minimnya dana penelitian dari Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN) yang diterima Universitas Lampung.

Dalam satu tahun terakhir, Admi menyebutkan, Unila mendapatkan hibah kompetitif senilai Rp3,5 miliar. Jumlah tersebut jauh di atas rata-rata beberapa universitas lain yang ada di Sumatera yang hanya mendapatkan dana hibah sekitar Rp1 miliar. “Ini membuktikan dosen-dosen Unila masih bisa bersaing dengan kemampuan penelitiannya,” jelasnya kemarin.

Dirinya mengakui, jika hanya mengandalkan dana riset yang bersumber dari BOPTN maka dana penelitian bagi dosen Unila tidak akan memadai, mengingat tahun ini besaran BOPTN Unila hanya mencapai Rp13,5 miliar. Berdasarkan ketetapan Kemdikbud, 20 persen di antaranya ditetapkan sebagai dana penelitian PTN terkait.

Namun Admi juga menyebutkan, beberapa alternatif lain untuk mendapatkan pendanaan riset. Seperti memacu para dosen untuk melakukan penelitian yang berkualitas sehingga proposal penelitiannya dapat didanai melalui dana hibah kompetitif dari berbagai sumber, misalnya dari kementrian riset dan teknologi.

Ia menambahkan, berdasarkan penilaian Dikti yang dikeluarkan tahun ini, Lemlit Unila masih termasuk ke dalam kategori Utama. Hal itu ditetapkan berdasarkan jumlah penelitian dosen yang terpublikasi, manajemen lembaga penelitian, hingga hak paten yang didapatkan Unila yang setiap tahunnya makin meningkat.

Berdasarkan data tahun 2013 jumlah penelitian Unila yang terpublikasi sebanyak 330 jurnal dari tahun sebelumnya yang hanya 245 jurnal. Sedangkan secara total, tahun 2013 tercatat 436 penelitian yang dilakukan dosen Unila berdasarkan dana hibah, meningkat drastis dari tahun 2012 yang hanya berjumlah 189 penelitian.[] Inay