FP Dorong Spirit Kebersamaan dan Ketakwaan Melalui Safari Ramadan

0
33

(Unila): Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah bertema “Cahaya Ramadan: Menjalin Ukhuwah, Memupuk Ikhlas dan Integritas”. Kegiatan berlangsung di Ruang A1, Dekanat FP, Selasa, 3 Maret 2026.

Kegiatan ini dihadiri Rektor beserta jajaran, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika di lingkungan FP sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan nilai spiritual di bulan suci.

Dalam rangkaian ini, tausiah disampaikan Ustaz H. Asep Kholis Nurjamil, yang menekankan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan momentum pembentukan karakter dan peningkatan ketakwaan.

Ia menyampaikan, tema “Cahaya Ramadan: Menjalin Ukhuwah, Memupuk Ikhlas dan Integritas” selaras dengan esensi ibadah puasa. Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183, ia menjelaskan tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala.

Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang perlu dimaknai dalam bulan Ramadan. Pertama, mempererat kebersamaan dan ukhuwah. Ramadan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama, baik dalam lingkup keluarga maupun institusi.

Kedua, menumbuhkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk konkret berbagi kebaikan. Ketiga, membersihkan diri dari dosa serta memperbanyak istighfar dan amal saleh.

“Ramadhan datang sebagai cahaya kebaikan untuk kita. Puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi sarana membentuk karakter yang bertakwa dan lebih dekat kepada Allah subhanahu wa taala,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam berbuat baik. Menurutnya, kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menghadirkan rahmat Allah subhanahu wa taala dan membuka jalan pertolongan yang tidak disangka-sangka. Ucapan terima kasih atas setiap kebaikan, lanjutnya, juga merupakan bentuk penghargaan yang dapat mendatangkan keberkahan.

Selain itu, ia menekankan doa memiliki kekuatan besar dalam setiap langkah dan rencana, terutama di bulan Ramadan yang penuh kemuliaan. Doa bersama dipanjatkan untuk kemajuan kampus, kesehatan seluruh sivitas akademika, ampunan dosa, serta keberkahan bagi kedua orang tua.

Menutup tausiah, ia mengingatkan agar waktu berpikir dan merenung lebih panjang daripada waktu tidur, sehingga setiap tindakan yang dilakukan memiliki arah, nilai, dan keberkahan.

Ramadan, menurutnya, adalah kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah subhanahu wa taala sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama, dengan harapan kebersamaan di dunia dapat berlanjut hingga akhirat. [Magang_Cantika/Rina]