(Unila): Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Integritas Spiritual dan Profesional untuk Kesejahteraan Umat Manusia”.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperdalam nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika mengenai bagaimana ilmu pengetahuan yang dikembangkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan Senin, 9 Maret 2026, di Gedung Dekanat FMIPA Unila.
Acara ini dihadiri Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., selaku Rektor Universitas Lampung; Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., selaku Ketua Senat Unila; Dr.Eng. Heri Satria, S.Si., M.Si., selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila; para wakil rektor; para dekan dan Direktur Pascasarjana; para kepala lembaga; para kepala biro; para wakil dekan; para kepala UPA; para kepala bagian; para ketua jurusan; Sekretaris Jurusan; Ketua Program Studi; anggota senat; serta seluruh tenaga kependidikan di lingkungan FMIPA Unila.
Dr. Heri Satria dalam sambutannya menyampaikan, FMIPA Unila terus memperkuat arah pembangunan institusi melalui penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2024–2029. Ia menjelaskan, dokumen tersebut tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi instrumen strategis yang menentukan arah pengembangan fakultas dalam lima tahun ke depan, termasuk mewujudkan visi menjadi fakultas ekonomi dan bisnis berkelas dunia yang unggul serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Penyusunan Renstra 2024–2029 bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen strategis yang menentukan orientasi pengembangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam lima tahun ke depan. Kami menargetkan FMIPA Unila menjadi fakultas berkelas dunia yang unggul serta mampu berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Heri Satria.
Sambutan dilanjutkan Prof. Lusmeilia yang menyampaikan Safari Ramadan menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan kampus.
Ia menekankan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperdalam nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi insan akademik agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, kita tidak hanya memperdalam nilai-nilai spiritual, tetapi juga merefleksikan bagaimana ilmu pengetahuan yang kita kembangkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kecerdasan intelektual perlu berjalan seiring dengan integritas spiritual agar ilmu yang kita miliki dapat digunakan secara profesional, bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat manusia,” ujarnya.
Adapaun kegiatan selanjutnya yakni sosialisasi yang disampaikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Unila dalam rangkaian Safari Ramadan. Terdapat berbagai program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari sivitas akademika.
Dana tersebut dimanfaatkan melalui program bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), dukungan biaya penulisan tugas akhir, bantuan biaya hidup, hingga penyaluran donasi kebencanaan bagi mahasiswa yang terdampak musibah, penyaluran dana ini diharapkan dapat memperkuat semangat solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kultum Ramadan yang merupakan bagian inti dari rangkaian Safari Ramadan. Kultum tersebut disampaikan oleh Ustaz Abdullah Kafy Hamdan, M.Pd., yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat kualitas ibadah sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah subhanahu wa taala.
Dalam pemaparannya, ia menekankan Ramadan bukan sekadar waktu untuk menjalankan ibadah rutin, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat muslim untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Ia menjelaskan ajaran Rasulullah menekankan keseimbangan antara kesalehan individu dan kesalehan sosial.
“Baiknya seseorang di bulan Ramadan bukan hanya diukur dari ibadah secara individu, melainkan bagaimana ia memperbanyak pahala dengan berbagi kebahagiaan kepada orang lain,” ujar Ustaz Kafy.
Ia juga mengingatkan tentang keutamaan malam lailatul qadar yang hadir pada sepuluh malam terakhir Ramadan, sebagai malam penuh kemuliaan yang menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan doa.
Ustaz Kafy berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan seluruh sivitas akademika untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan kampus. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri serta memperbanyak amal kebaikan yang bermanfaat bagi sesama.
“Semoga melalui Ramadan ini kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya dalam ibadah kepada Allah subhanahu wa taala, tetapi juga dalam kepedulian dan hubungan baik dengan sesama,” ujarnya.
Kegiatan Safari Ramadan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustaz Kafy. [Magang_Asnia Sundari/Shalu Munadiyan]


