FKIP Unila dan Unsri Selenggarakan FGD Kerja Sama Tridarma

0
1029

(Unila): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar focus group discussion (FGD) kerja sama tridarma perguruan tinggi, Rabu, 7 Desember 2022.

Bertempat di Aula FKIP Pascasarjana Unsri, FGD dipimpin langsung Dr. Hartono, M.A., dan Prof. Dr. Sunyono, M.Si., selaku ketua. Kegiatan juga dihadiri para dosen dari kedua universitas.

Agenda FGD ditujukan untuk membahas perihal kerja sama khususnya implementasi program MBKM dalam bidang tridarma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Secara umum terdapat empat aspek yang dibahas yaitu kerja sama bidang pendidikan, bidang penelitian, bidang pengabdian kepada masyarakat, dan penunjang tridarma.

Secara rinci diskusi yang melibatkan para dekan dan wakil dekan dari kedua fakultas ini membahas seputar hal-hal berkaitan dengan empat aspek utama, di antaranya pengembangan dan penyusunan kurikulum berbasis OBE.

Kegiatan kolaborasi dalam pembelajaran yang mencakup pertukaran dosen pengajar, visiting professor, pertukaran dosen penguji skripsi/tugas akhir, pertukaran dosen sebagai narasumber/instruktur, dan kegiatan pertukaran mahasiswa merdeka belajar.

Selain itu, FGD membahas program kerja sama dalam bidang penelitian, diskusi terfokus pada rencana kolaborasi penelitian baik penelitian dosen, dan/atau penelitian kelembagaan, penelitian mahasiswa, pertukaran naskah jurnal atau artikel antarjurusan dan program studi, pelibatan dosen sebagai mitra bestari (reviewer artikel jurnal).

Pada rencana program kerja sama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dibahas pula kegiatan penerapan hasil kolaborasi penelitian dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang hasilnya dapat memberi dampak pada kehidupan masyarakat.

Terakhir, program penunjang tridarma perguruan tinggi dalam bentuk kegiatan forum ilmiah (pelatihan, lokakarya, seminar, simposium, dan workshop) yang diagendakan FKIP Unila dan FKIP Unsri.

“Ke depan, penelitian ada pendanaan dari kedua belah pihak. Publikasi bersama antara FKIP Unila dan Unsri, serta perlu adanya pemetaan bidang ilmu FKIP Unila dan Unsri melalui pertemuan secara berkala,” ujar Dr. Ismet, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unsri yang memberikan masukan terkait bidang penelitian.

Tanggapan lain dikemukakan Dr. Riswan Jaenudin, M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Unsri terkait aktivitas MBKM-PMM. “Perlu diadakan aktivitas berupa lomba minimal empat provinsi berbeda sehingga perlu saling support peserta antara FKIP Unsri dan Unila serta, meminta trik and tips dari Unila untuk mendatangkan mahasiswa asing dan menambah aktivitas bersama dalam mencapai IKU,” ujarnya.

Adapun Prof. Sunyono, M.Si., selaku Dekan FKIP Unila memberikan tanggapan terkait urgensi diadakannya sharing terkait borang akreditasi. Kemudian, dalam rangka meningkatkan mahasiswa asing yang dilakukan FKIP Unsri dilakukan dengan pemberian dana penelitian internasional.

Perlu dijadikan masukan dan tindak lanjut dari FKIP Unila. Terkait saling support lomba kemahasiswaan maka akan ditindaklanjuti dengan saling mengirimkan mahasiswa untuk kegiatan lomba. Selanjutnya, Prof. Sunyono menyampaikan pelaksanaan MBKM dan percepatan guru besar di FKIP Unila.

“Kerja sama yang terjalin tentunya dapat mempererat hubungan antarlembaga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dalam menghadapi kurikulum merdeka,” ujar Prof. Sunyono.

Sementara itu, Albet Maydiantoro, M.Pd., selaku WD II FKIP Unila, memberikan tanggapan dan masukan terkait penganggaran dan internasionalisasi, serta perlu adanya sharing antara FKIP Unila dan Unsri terkait MBKM untuk meningkatkan IKU 2.

Selain itu, terkait pengelolaan jurnal, Albet menyarankan kolaborasi dalam hal penerbitan artikel di jurnal-jurnal kedua FKIP Unila dan FKIP Unsri.

“Para dosen dan mahasiswa dari FKIP Unila akan diarahkan untuk memublikasikan artikel-artikel mereka di jurnal-jurnal yang dikelola FKIP Unsri. Begitu pula sebaliknya, dosen dan mahasiswa Unsri diarahkan untuk dapat memublikasikan artikel-artikel penelitian maupun pengabdiannya di jurnal-jurnal yang dikelola FKIP Unila,” terang Albet.

Tanggapan lain dari Dr. Riswandi, M.Pd., selaku WD I FKIP Unila adalah terkait optimalisasi di bidang networking internasionalisasi dosen luar negeri, kolaborasi, dan coaching percepatan guru besar antarkedua fakultas.

Setelah kegiatan ini, diharapkan FKIP Unila dan FKIP Unsri dapat saling berkolaborasi demi terwujudnya program-program yang dapat membangun kedua. [Humas/Rilis]