FKIP Gelar Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor Irwandani

0
599

(Unila): Promovendus Irwandani resmi menyandang gelar doktor usai melaksanakan ujian terbuka promosi doktor yang berlangsung di Aula K Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), pada Rabu, 28 Mei 2025.

 

Sidang terbuka dibuka oleh Prof. Dr. Sunyono, M.Si., selaku ketua penguji. Hadir pula para anggota penguji diantaranya Bapak Hasan Hariri, S.Pd., M.Pd., selaku sekretaris penguji, Prof. Dr. Yuberti, M.Pd., selaku penguji eksternal, Dr. Riswandi, M.Pd., selaku penguji internal, Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si., selaku penguji I, Prof. Dr. Risma Margaretha Sinaga, M.Hum., selaku penguji II, Prof. Dr. Een Y. Haenila, M.Pd., selaku co promotor I, Dr. Dina Maulina, M.Si., selaku co promotor II, dan Prof. Dr. Agus Suyatna, M.Si., selaku promotor.

Dalam presentasi hasil disertasinya, Irwandani mengemukakan model pembelajaran kritis-kolaboratif untuk membangun keterampilan abad 21 calon guru IPA dalam konteks isu sosiosaintifik.

“Yang menjadi latar belakang dari riset yang sudah kami lakukan hampir dua tahun ini dilatar belakangi permasalah utama yaitu tantangan masa depan yang semakin kompleks dimana pendidikan tinggi khususnya pendidikan keguruan dituntut mempersiapkan mahasiswanya memiliki keterampilan yang lebih dalam menghadapi tantangan masa depan”, ujarnya.

Tujuan dari penelitian yang ia kemukakan adalah menghasilkan model pembelajaran kritis-kolaboratif yang valid untuk membangun keterampilan abad 21 calon guru IPA dalam konteks isu sosiosaintifik serta mendeskripsikan kepraktisan dan keefektifan model pembelajaran tersebut.

Berdasarkan hasil pengembangan dan pengujian, penelitian ini menyimpulkan Model Pembelajaran Kritis-Kolaboratif (CCLM) memiliki validitas yang sangat tinggi. Model ini berhasil membangun keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan koaborasi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pendidikan masa depan yang semaikin kompleks.

Penelitian ini bermanfaat secara teoritik dalam mengkaji sintaks model pembelajaran alternatif yang mendukung keterampilan abad 21 dan berkontribusi pada pengembangan Online Collaborative Learning (OCL). Secara praktis, model ini dapat menjadi alternatif bagi dosen dalam mengajar dan membantu calon guru membangun keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Keberhasilan Irwandani meraih gelar doktor menjadi bukti komitmennya dalam menjawab tantangan pendidikan masa depan. Lewat pengembangan Model Pembelajaran Kritis-Kolaboratif (CCLM), ia menghadirkan inovasi yang relevan dan aplikatif untuk membekali calon guru dengan keterampilan abad 21. Hasil penelitiannya diharapkan dapat mendorong transformasi pembelajaran di pendidikan tinggi serta menginspirasi penelitian lanjutan dalam penguatan literasi kritis dan pengambilan keputusan berbasis isu sosiosaintifik. [Magang_Aprial Wahyudi/Shalu Munadiyan]