FKIP Gelar Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor Fitriadi

0
325

(Unila): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan ujian terbuka promosi Doktor Fitriadi dengan disertasi berjudul “Project-Based Experiential Learning untuk Higher Order Thinking Skills Siswa Sekolah Dasar” pada Rabu, 17 Desember 2025, di Aula K FKIP Unila.

Sidang promosi doktor dibuka oleh Prof. Dr. Sunyono, M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni sebagai perwakilan ketua tim penguji, Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D., sebagai sekretaris penguji, Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., selaku promotor, serta Dr. Dwi Yulianti, M.Pd., selaku ko-promotor.

Turut hadir Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd., dan Prof. A. G. Bambang Setiadi, M.A., Ph.D., sebagai penguji internal, serta Prof. Dr. H. Sutirna, M.Pd., sebagai penguji eksternal.

Penelitian ini mengungkap bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa sekolah dasar di Indonesia masih tergolong rendah. Hasil asesmen di sekolah dasar Kota Bandar Lampung dan Kota Metro menunjukkan capaian HOTS siswa rata-rata berada pada angka 49 persen, dengan kesalahan dominan pada kemampuan menganalisis dan mengevaluasi. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian internasional.

“Rendahnya kemampuan HOTS siswa sekolah dasar di angka 49% dan sejalan dengan temuan penelitian internasional,” ujarnya.

Penelitian ini bertujuan merumuskan model Project-Based Experiential Learning (PjB-EL) untuk meningkatkan HOTS siswa sekolah dasar. Model ini mengintegrasikan pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan penerapan aktif yang diharapkan mampu memperkuat kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, sekaligus berdampak pada kreativitas, motivasi belajar, dan kemampuan metakognitif.

Dalam penelitian ini, HOTS tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menjawab soal akademik, tetapi sebagai proses berpikir reflektif yang mendorong siswa menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Melalui pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman, siswa ditempatkan sebagai subjek utama pembelajaran.

Melalui penelitiannya, Fitriadi menawarkan model pembelajaran PjBL-EL yang memberikan pengalaman belajar autentik serta mendorong refleksi, konseptualisasi, dan keterlibatan aktif siswa sekolah dasar.

Harapannya, gagasan ini dapat menjadi rujukan bagi pendidik, satuan pendidikan, pengembang kurikulum, serta pengambil kebijakan pendidikan dalam memperkuat penerapan pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman yang berorientasi pada peningkatan HOTS siswa sekolah dasar.
[Magang_Yeshicha Indah/Asnia Sundari]