
(Unila) : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggandeng reviewer tingkat nasional untuk mengisi Lokakarya Buku Ajar Sesuai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Selasa (8/10), di Kampoeng Bamboe, Bandarlampung. Mereka adalah Prof. Dr. I Gede AB Wiranata, M.H. dan Dr. Ngadimun Hd, M.Pd.
Sebanyak 30 dosen mengikuti empat sesi yang memuat empat materi, antara lain: Strategi Menulis dan Menerbitkan Buku Ajar, Kiat Penulisan Buku, Mengenal Buku Ajar (Konsep) dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi, dan Kaidah Penulisan Buku Ajar.
Ketua Pelaksana Kegiatan Dr. Erna Rochana, M.Si. menyampaikan, pelatihan ini dikhususkan bagi dosen FISIP yang telah mengikuti Student-Centered Learning (SCL). “Yang boleh ikut yang sudah ikut SCL karena kegiatan ini berbasis kompetensi, jadi active learning menjadi dasarnya. Ini merupakan tahapan kelima sesudah SCL,” terangnya.
Erna melanjutkan, peserta berasal dari seluruh jurusan yang ada di FISIP, baik diploma, sarjana, dan pascasarjana. “Panitia juga ikut mendengarkan karena ini merupakan program yang baru bagi FISIP. Buku ajar baru tahun ini,” katanya.
Setelah pelatihan, dosen akan diberi biaya untuk membuat buku ajar. Setiap dosen diharapkan membuat satu buku ajar atau minimal 50 persen dari jumlah peserta. Dana ini, kata Erna, berasal dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).
Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional pedagogik dosen-dosen FISIP dengan membuat dokumen pembelajaran yang sesuai dengan KBK dan meningkatkan kemampuan menyusun buku ajar.
Selain itu, untuk mengembangkan kreativitas kemampuan berpikir kritis bagi dosen FISIP dalam melaksanakan tugas pengajaran yang profesional. Selanjutnya, untuk mengikuti tuntutan yang output-nya berupa buku ajar.
“Ini sebagai pengungkit untuk berkompetisi di tingkat nasional. Harapannya semua dosen bisa mengikuti dengan serius, berhasil, dan bisa mencapai tujuan dengan maksimal,” papar Erna.
Pembelajaran ini, katanya, penting bagi tenaga pendidik profesional. “Masih banyak yang perlu diberi asupan yang sama. Yang belum ikut akan diprioritaskan, syaratnya harus ikut SCL,” pungkas Erna.
Ditemui pasca-memaparkan materinya, Prof. Gede menyatakan turut senang atas langkah FISIP menggelar lokakarya ini. Ia bahkan bersedia membantu mengoreksi hasil karya para peserta yang dikirimkan via e-mail. Hal yang paling penting, katanya, langsung menyusun buku ajar.
“Jangan lupa, karena biasanya hanya berhenti di forum ini. Yang kita minta ya action konkritnya tentu juga dengan momen-momen yang kita berikas seperti ini juga peluang bagi temen-temen dosen. Tinggal yang saya butuhkan action konkrit mereka apa, jangan lagi takut menulis dan punya gagasan menjadi sampah di sini. Komitmen sudah ada, pemimpin fakultas sudah mendukung, tinggal karya itu kapan jadi,” katanya.
Senada dengan Prof. Gede, Dekan FISIP Drs. Agus Hadiawan, M.Si. mengharapkan para peserta segera membuat buku ajar. “Ini kan kita dibiayai, ada nggak hasilnya nanti? Kalau enggak PD I nanti yang akan menegur, kita evaluasi nanti,” pungkasnya.[] Hisna C