Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) ingin berkontribusi dalam peningkatan daya saing daerah. Kontribusi itu mereka wujudkan dengan menggelar seminar nasional di gedung G FEB kemarin (9/9). Seminar itu menghadirkan pemateri Dr. Arief, direktur Pascasarjana IPB, dan Dr. Ir. Dona Gultom, direktur kerja sama perdagangan ASEAN.
Keduanya sudah melakukan pengkajian dan sepakat bahwa perkembangan ekonomi Indonesia kalah jauh dibandingkan beberapa negara ASEAN. Di antaranya Thailand dan Malaysia.
’’Hampir di setiap sektor kita kalah bersaing dengan mereka,” ujar Arief di hadapan peserta. Dia melanjutkan, ketertinggalan Indonesia disebabkan beberapa faktor seperti infrastruktur yang belum memadai dan sumber daya manusia yang belum optimal. Semua itu berimbas pada produk yang dihasilkan.
Ketua panitia seminar Dr. Nairobi menjelaskan, tujuan dari seminar ini adalah memberi masukan terutama kepada pemerintah daerah sehingga mereka siap menyambut Masyarakat Ekonomi Asean yang akan diberlakukan pada akhir tahun 2015.
”Agar memiliki daya saing, kita harus mengoptimalkan SDM dan piawai menggali potensi yang dimiliki. Misalnya daerah kita terkenal dengan ubi kayu. Itu yang harus digali secara maksimal Dan kita harus terus menciptakan inovasi di tiap produk yang dihasilkan,” bebernya.
Sementara itu, Dekan FEB Prof. Satria Bangsawan mengatakan seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan Dies Natalis FEB ke-50. Kegiatan lainnya adalah peluncuran 50 buku berjudul ”Golden FEB” yang berisi perjalanan FEB selama 50 tahun. Dia berharap di usianya ke-50 FEB menjadi fakultas terbaik di Unila. [Naufal A. Caya]