Dua Peneliti FH Unila ikuti Seminar Internasional di Malaysia

0
1219

(Unila) : Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM) Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) terus mengembangkan sayapnya. Kegiatan internasional yang diikuti kini semakin banyak. Salah satunya kegiatan ASEAN Law Institute (ASLI) Conference di Malaysia.

“Kali ini, dua orang peneliti PKKPHAM FH Unila akan diberangkatkan untuk mengikuti ASLI Conference di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia 29–30 Mei mendatang,” ungkap pegiat PKKPHAM FH Unila, Fatoni, dalam siaran persnya, Rabu (22/1) pagi.

Dua peneliti PKKPHAM FH Unila yang akan mengikuti konferensi internasional ini adalah Dr. Tisnanta dan mahasiswa program doktoral Oki Hajiansyah Wahab. Dr. Tisnanta akan membawakan makalah berjudul “Reconstruction of Pro Poor Model : The Empowerment of Current Module on Legislation Training”. Makalah ini merupakan hasil penelitian strategis nasional tahun 2013.

Oki Hajiansyah Wahab berkolaborasi menulis bersama akademisi Universitas Mataram, Dr Widodo Dwi Putro mengenai “The Paradigm Conflict Between Legal Positivism and Historical in Merarik and Sebambangan Case”. Makalah ilmiah ini adalah kolaborasi yang membahas pertentangan hukum adat dan hukum positif pada Suku Sasak di Nusa Tenggara Barat dan di Lampung.

Lebih lanjut Fatoni menjelaskan bahwa tema ASLI ke-XI kali ini adalah “Law in Asia: Balancing Tradition and Modernization”. Keikutsertaan PKKPHAM FH Unila ini merupakan yang kedua kalinya.

“Tahun lalu juga kami mengirimkan peneliti kami dalam acara serupa di Bangalore, India,” ungkap Fatoni. Acara ini rutin dilakukan setiap tahunnya dan menjadi media bertemu ilmuwan, peneliti, dan praktisi hukum dari berbagai universitas di dunia.

Pemilihan abstrak dan makalah ilmiah berlangsung kompetitif. “Tidak semua abstrak yang dikirim diterima. Sejauh ini, dari lima abstrak yang berasal dari Fakultas Hukum Unila, hanya dua yang diterima untuk dipresentasikan,” pungkas Fatoni.[] Andro